Kasus makar, polisi panggil koordinator aksi 212 dari Sumatera Barat

Rabu, 28 Desember 2016 12:33 Reporter : Ronald
Kasus makar, polisi panggil koordinator aksi 212 dari Sumatera Barat Aksi Damai 212. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Aparat kepolisian terus mendalami kasus dugaan makar yang diduga dilakukan sejumlah tokoh nasional. Hari ini, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap Irfianda Abidin. Irfianda merupakan salah satu koordinator massa aksi 212 dari Sumatera Barat.

"Hari ini saudara Irfianda belum bisa datang karena ada beberapa hal yang perlu dikonfirmasi ke pihak polisi," ujar penasihat hukum Irfianda, Kapitra Ampera di Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/12).

Dalam panggilan ini, Kapitra tidak mengetahui kliennya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka siapa. Karena itu, kliennya mengutus dirinya untuk konfirmasi ke penyidik.

"Dan kebetulan karena beliau juga ada di Sumatera Barat. Biar konkret dulu, sehingga informasi hukumnya bisa dipahami oleh Irfianda sebagai saksi yang dipanggil," kata dia.

Selain sebagai kuasa hukum, Kapitra juga merupakan salah satu tim advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), dan dirinya tak menyebutkan apakah kliennya memiliki kedekatan dengan para tersangka makar. Kedatangannya saat ini guna memastikan pemeriksaan kliennya untuk tersangka siapa.

"Itu dia, kami minta kejelasan. Karena saksi kan orang yang mengetahui, melihat, dan mendengar langsung saat peristiwa tindak pidana," tegas Kapitra.

Dalam panggilan nantinya, Kapitra menegaskan kalau kliennya akan kooperatif jika akan diperiksa kembali.

Kapitra menegaskan, kliennya akan bersikap kooperatif jika pemanggilannya sebagai saksi jelas. "Hari ini belum hadir, kita mewakili dulu dan bertanya kepada penyidik, dia saksi untuk siapa, dan keterkaitan pengetahuan dia apa," pungkas dia.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 11 tokoh nasional ditangkap menjelang aksi Jumat 2 Desember. Tujuh ditetapkan tersangka atas dugaan makar, tiga diduga melanggar Undang-Undang ITE, dan satu yakni Ahmad ditetapkan sebagai tersangka penghinaan terhadap penguasa. [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini