Kasus Mahasiswa Tewas di Kendari, Polisi Uji Balistik ke Belanda dan Australia

Senin, 7 Oktober 2019 15:47 Reporter : Merdeka
Kasus Mahasiswa Tewas di Kendari, Polisi Uji Balistik ke Belanda dan Australia Demo di Kendari. ©2019 Merdeka.com/Antara

Merdeka.com - Pihak kepolisian masih mendalami kasus tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), akibat tertembak saat demonstrasi menolak RUU KPK dan RUU KUHP di Gedung DPRD Sultra. Proyektil peluru pun telah ditemukan.

"Ya (sudah ditemukan)," tutur Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/10/2019).

Asep menyampaikan, pihaknya melakukan uji balistik peluru tersebut hingga ke Belanda. Asep tidak merinci jumlah temuan peluru tersebut. Hanya saja, timah panas itu memang ditemukan di sekitar lokasi korban tertembak.

"Proyektil yang menyebabkan kematian Randi dan yang tembus di kaki ibu hamil, maka proyektil ini diuji ke Belanda dan Australia," jelas dia.

"Tentunya kita mengharapkan dari teknologi secara lab ini dapat menghasilkan hasil yang benar-benar konkret dan nyata. Proyektil ini kan didapat di sekitaran korban. Ini masih didalami," tambah dia.

Membawa proyektil peluru ke Belanda dan Australia, lanjut Asep, menjadi bentuk keseriusan Polri untuk mengungkap siapa pelaku penembakan mahasiswa saat demonstrasi menolak RUU KPK dan RUU KUHP di Gedung DPRD Sultra.

"Ini upaya kita membuktikan secara profesional siapa pelaku penembakan," Asep menandaskan. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini