Kasus Mafia Tanah Ibunda Dino Patti Djalal, 11 Tersangka Telah Dibui

Kamis, 18 Februari 2021 11:32 Reporter : Merdeka
Kasus Mafia Tanah Ibunda Dino Patti Djalal, 11 Tersangka Telah Dibui Dino Patti Djalal. ©2014 merdeka.com/debby restu utomo

Merdeka.com - Ibunda mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Dino Patti Djalal membuat tiga laporan polisi (LP) berkenaan dengan dugaan penipuan dalam transaksi penjualan tanah dan bangunan.

Kasubdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Dwiasih Wiyatputera menjelaskan kronologi Ibunda Dino Patti Djalal, Zurni Hasyim Djalal, menjadi korban mafia tanah. Aset di Pondok Indah Kebayoran Lama Jakarta Selatan menjadi salah satu milik ibunda dari juru bicara Presiden ke-VI RI Susilo Bambang Yudhoyono itu, yang telah berganti nama kepemilikan.

"Padahal, ibunda Dino Patti Djalal tidak pernah menghadap notaris manapun untuk menjual tanah dan bangunan tersebut," kata Dwiasih dalam keterangan tertulis, Kamis (18/2).

Dwiasih menerangkan, petugas Subdit Harta Benda Polda Metro Jaya telah memproses kelompok mafia yang terlibat yaitu AS, SS dan DR. "Ketiganya kini menjalani putusan pidana dan berada di rutan PMJ dan Lapas Cipinang," ujar dia.

Dwiasih mengatakan, penyidik juga telah mencocok dua tersangka lain yakni VG dan FS di Ampera Jakarta Selatan pada 16 Februari 2021 pukul 04.00 WIB.

"Total seluruhnya 5 tersangka," ucap dia.

Bukan hanya tanah dan bangunan di Pondok Indah, Dwiasih memaparkan, tanah dan bangunan di Kemang milik ibunda Dino Patti Djalal juga dirampas sekelompok mafia tanah. Obyek ini memang bukan atas nama korban sendiri, melainkan atas nama Yusmisnawita yang merupakan keluarga korban.

"Kepemilikan properti ini berpindah tangan ke pembeli (SH) dengan menggunakan dokumen-dokumen palsu, berupa KTP palsu, fotokopi Kartu Keluarga palsu, fotokopi buku nikah palsu hingga NPWP palsu," ujar Dwiasih.

Dwiasih menjelaskan, penyidik menangkap sejumlah pihak yang diduga terlibat yakni Ali Topan, Agus Setiawan, R, dan AN.

"Total 5 tersangka. Tiga tersangka sudah dikirimkan berkasnya tahap satu. Sementara dua tersangka sedang disusun berkasnya," ucap dia.

Dwiasih tak menampik bahwa pihaknya sempat mengundang FK untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

"Dalam hal ini, belum ada alat bukti bahwa FK terlibat dalam kasus ini," ujar dia.

Terakhir, Dwiasih menjabarkan dugaan pemalsuan tanah dan bangunan di Cilandak. Dia menyebut sertifikat atas nama Yurmisnawita. Namun demikian, pemilik sah atas tanah dan bangunan tersebut adalah Ibunda Dino Patti Djalal.

"Untuk mempermudah proses jual beli, maka korban meminta Yurmisnawita untuk mewakilinya dengan mengatasnamakan namanya untuk properti milik korban," ujar dia.

Hingga kini, Tim Sidik Subdit Harda Polda Metro Jaya terus melakukan penyelidikan, interview dan penyidikan untuk memenuhi bukti-bukti permulaan yang cukup sebelum menetapkan tersangka.

"Perkara yang ketiga terus dilakukan pembuktian materil berdasarkan alat bukti yang relevan. Proses pembuktian adalah materi penyidikan dan tetap menganut asas praduga tak bersalah dan tetap ada aturannya," tandas dia.

Baca Selanjutnya: Modus Mafia Tanah Mendapatkan Sertifikat...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini