Kasus korupsi Novanto sudah diketahui publik, KPK tak masalah sidang dilarang live

Selasa, 12 Desember 2017 14:29 Reporter : Yunita Amalia
Kasus korupsi Novanto sudah diketahui publik, KPK tak masalah sidang dilarang live setnov diperiksa KPK. ©2017 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Setya Novanto, tersangka kasus korupsi e-KTP akan menjalani sidang perdananya pada Rabu (13/12) besok di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Sidang tersebut boleh disiarkan langsung di televisi.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang, tak masalah dengan aturan yang dimiliki pengadilan tersebut. Sebab menurutnya, segala hal berkaitan dengan Novanto di kasus korupsi e-KTP sudah diketahui khalayak umum meskipun tidak ada hal yang perlu ditutup-tutupi pada persidangan nanti.

"Saya enggak tahu. Itu kan mereka yang punya otoritas bukan kita. Kita kan yang menyerahkan case, kalau kita mau transparan ya memang tidak ada harus yang dibuka karena itu publik sudah tahu tuh," ujar Saut, Selasa (12/12).

Seperti diketahui, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melarang awak media televisi untuk menyiarkan secara langsung jalannya persidangan. Sidang yang akan dilakukan di ruangan Koesoma Admaja I tersebut akan digelar pada pukul 10.00 WIB, Rabu (13/12).

Kepala Humas PN Negeri Jakarta Pusat, Ibnu Basuki Wibowo, menuturkan, masyarakat diperbolehkan menyaksikan persidangan secara langsung di ruang sidang. Tetapi Ibnu menjelaskan ketika Ketua Umum Partai Golkar tersebut diadili di ruang sidang awak media tidak diperbolehkan untuk menyiarkan sidang secara langsung.

Sidang dibuka untuk umum tapi rekan-rekan media tidak boleh live," kata Ibnu di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (12/12).

Ibnu menjelaskan larangan menyiarkan sidang secara langsung tertuang dalam surat keputusan Kepala Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Kelaa I A Khusus Nomor W10.VI/KP.01.1.1705 XI.2016.01. Surat tersebut sudah disahkan pada 4 November 2016. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini