Kasus Korupsi di Yapen Papua Sudah Melembaga

Rabu, 1 Maret 2006 20:19 Sumber :
Kasus Korupsi di Yapen Papua Sudah Melembaga
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Bupati Yapen, Papua, Ir. Soleman Daud Betawi, mengakui berbagai kasus korupsi di daerahnya sudah melembaga sehingga sulit untuk diberantas dan diungkapkan di depan publik, karena permainan oknum-oknum pejabat tertentu di daerah itu sangat cantik dan licik.

Pengakuan Bupati Betawi itu disampaikan ketika berkunjung ke kantor Biro LKBN ANTARA di Jayapura, Rabu siang.

Menurut Betawi, berbagai kasus korupsi di daerahnya sulit diungkapkan pihak-pihak yang melakukan pemeriksaan karena diduga terjadi kerja sama antara oknum-oknum pejabat yang bersangkutan dengan petugas.

Selama "permainan kerja sama" itu terus dilakukan, pemeriksaannya juga tidak akan terbuka dan seluruh masyarakat di daerah itu tidak akan mengetahuinya.

Kasus korupsi di daerahnya benar-benar sangat memprihatinkan tetapi sulit diungkapkan karena kerja sama antara oknum-oknum pejabat tertentu baik di eksekutif maupun legislatif. Kedua lembaga ini saling tutup menutupi masalah, kaanya.

Bupati Betawi ketika dilantik menjadi bupati definitif mengatatakan tugasnya yang pertama adalah memberantas korupsi di daerah itu.

Korupsi di daerah ini sudah sedemikian kronis menyebabkan pembangunan sangat tertinggal bila dibandingkan dengan kabupaten lain di provinsi tertimur, padahal dana yang dialokasikan sama dengan kabupate/kota lain di Papua.

Oknum-oknum pejabat tertentu sudah jelas terindikasi melakukan penyimpangan dan penyalahgunaan dana APBD, APBN, Otsus, dan sumber dana lainnya, namun selalu berusaha menutupi diri dengan berbagai macam cara, kata Bupati.

Bupati Ir. Soleman Daud Betawi yang berpasangan dengan Drs. Decky Nenepat itu dilantik oleh Gubernur JP. Solossa (kini almarhum), pada Desember 2005, dan merupakan pasangan ideal yang dipilih langsung oleh rakyat dengan harapan dapat memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat di daerah itu.

Korupsi di kabupaten Yapen, Papua itu sudah lama dilakukan oknum-oknum pejabat birokrasi tetapi sulit diungkapkan, kata Bupati Betawi.

Bupati menyatakan sangat prihatin karena melihat masyarakatnya hidup miskin, padahal dana yang dialokasikan cukup besar untuk membangun daerah itu.

Bupati Betawi minta kepada semua komponen yang merasa peduli dan bertanggung jawab untuk membantu pemerintahannya membongkar sindikat mafia kurupsi.

Dikatakannya, saat ini Pemda Yapen telah mengalami defisit sebesar Rp47 miliar lebih, dan jumlah tersebut akan terus bertambah akibat ulah oknum-oknum pejabat birokrasi yang tidak bertanggung jawab.

Bupati Betawi juga minta kepada aparat dan petugas yang dipercayakan pemerintah untuk melakukan pemeriksaan terhadap berbagai penyimpangan dana, harus transparan mengumumkan kepada masyarakat, dan jangan menggunakan kesempatan untuk mendapat uang banyak tetapi meninggalkan tanggung jawabnya.

"Negara Indonesia adalah negara hukum, dan siapa pun yang melakukan penyimpangan atau penyelewengan dana harus berhadapan dengan hukum. Tidak ada manusia di Indonesia yang kebal hukum," demikian Soleman Daud Betawi. (*/lpk)

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini