Kasus Kematian Editor Metro TV, Polisi Buka Peluang Periksa Bukti Baru

Rabu, 29 Juli 2020 20:02 Reporter : Merdeka
Kasus Kematian Editor Metro TV, Polisi Buka Peluang Periksa Bukti Baru Rilis kasus Pembunuhan Editor Metro TV. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Kasus kematian Editor Metro TV Yodi Prabowo telah disimpulkan penyidik Polda Metro Jaya ke arah dugaan kuat bunuh diri karena depresi. Namun, hasil tersebut terus menimbulkan polemik. Banyak pihak, bahkan keluarga tidak percaya jika Yodi depresi hingga menghabisi nyawanya sendiri.

Sadar kesimpulan penyelidikan menjadi polemik, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membuka peluang pemeriksaan bukti baru yang mengarah ke dugaan lain. Jika ditemukan.

Yusri mempersilakan pihak-pihak apabila menemukan novum atau bukti baru untuk menemui penyidik agar kemudian langsung dilakukan pemeriksaan.

"Nanti kita lakukan pemeriksaan. Tetapi sudah kita sampaikan inilah dasar penyelidikan kita sampai terakhir (dugaan kuat bunuh diri)," ucap dia, Rabu (29/7).

Meski demikian, Yusri menegaskan, penyidik tak sembarangan memberikan kesimpulan.

Menurut dia, penyidik menggunakan metode scientific investigation untuk mengungkap kasus meninggalnya Yodi Prabowo.

"Kami gali dari keterangan saksi, ahli, dalami bukti. Dari beberapa fakta yang dihimpun bisa diambil kesimpulan diduga kuat bunuh diri (Yodi Prabowo)," katanya.

Baca Selanjutnya: Sebelumnya Direktur Reserse Kriminal Umum...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini