Kasus-Kasus Polisi Ketahuan Minta Uang Damai, Begini Nasib Kariernya

Senin, 25 Februari 2019 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Kasus-Kasus Polisi Ketahuan Minta Uang Damai, Begini Nasib Kariernya Polisi Siapkan Dua Pintu Akses Masuk ke Acara Munajat 212 di Monas. ©2019 Merdeka.com/Ronald Chaniago

Merdeka.com - Polantas atau polisi lalu lintas bertugas menertibkan lalu lintas dan mengecek kelengkapan surat-surat kendaraan. Jika pengendara melakukan pelanggaran, maka akan ditilang.

Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf, pada November 2018 lalu pelanggaran yang paling banyak adalah berhenti di area yang dilarang berhenti. "Kemudian ikuti melawan arus. Jadi kendaraan yang melawan arus misalnya di bawah flyover, di kolong jembatan itu banyak ditindak," katanya.

Namun ada saja oknum Polantas yang ambil keuntungan dari situasi ini. Beberapa dari anggota Polantas ketahuan meminta uang damai. Tak hanya Polantas, beberapa oknum polisi juga minta hal yang sama.

Berikut kasus-kasus polisi yang minta uang damai. Bagaimana nasib kariernya?

1 dari 3 halaman

Anggota Polantas Polresta Palembang Dibebastugaskan

Polantas duga tilang dan ambil uang pemotor. ©2018 Merdeka.com/Irwanto

Salah satu anggota Polantas Polresta Palembang ketahuan meminta uang damai dari pengendara yang ditilang. Aksinya itu diketahui dari video yang beredar pada April 2018. Atas aksinya itu, pelaku berinisial Bripka TA mendapat sanksi dibebastugaskan.

Kejadian berawal saat salah satu Youtubers, Benni Eduward, melintas di lokasi kejadian. Lalu ia melihat beberapa polisi tengah menilang sejumlah pelanggar lalu lintas. Benni ingat bahwa tempat itu sering terjadi pungli yang dilakukan anggota Polantas.

Benar saja, dia menemukan lima korban pungli. Salah satunya remaja laki-laki. Korban ditilang karena tak menghidupkan lampu utama dan Riska memiliki surat izin mengemudi (SIM). Korban dimintai uang damai sebesar Rp 100 ribu.

Benni berinisiatif menolong korban dengan mendatangi gedung di kompleks makam yang dijadikan pos polisi. Dia meminta polisi tersebut menerbitkan surat tilang dan mengembalikan uang pungli.

Bukannya mengakui kesalahan dan menyerahkan uang yang diminta, polisi tersebut justru bersikap arogan. Benni nyaris saja dipukul Bripka TA.

"Bripka TA bersikeras tidak memungut, tapi logikanya kalau sebelumnya dia tidak terima uang, seharusnya korban sudah ditilang, kenapa baru sekarang setelah diminta? Uang Rp 50.000 tidak kembali padahal korban sudah dibuatkan surat tilang tapi slip biru, saya tanyakan kenapa tidak slip merah karena korban bersedia ikut sidang? Slip biru nya tanpa keterangan Nomor Rekening Brivia," tulis Benni.

Akibatnya, Bripka TA diberikan sanksi sementara, yaitu pembebasan tugas sebagai polantas.

2 dari 3 halaman

Jabatan Polantas di Medan dicopot

Ilustrasi Polisi. ©2014 Merdeka.com

Polrestabes Medan menindak oknum polisi Polantas yang meminta uang damai pada pengendara yang ditilang. Oknum polisi itu dicopot dari jabatannya dari Unit lantas Polsek Deli Tua menjadi pers pembinaan Sie Propam Polrestabes Medan.

Aksinya diketahui dari video yang diunggah di akun Instagram @agoez_bandz, seorang pengendara kena tilang polisi pada Februari 2018 lalu. Dalam video itu terlihat oknum polisi yang mengancam dan menakuti pengendara yang salah di pos Padang Bulan, Medan.

Lalu pengendara memilih damai, dan polisi merasa uang damai yang ditawarnya kurang, Polisi itu meminta uang tambahan pada pengendara sebanyak Rp 30 ribu sambil mengancam.

3 dari 3 halaman

Anggota Polisi yang Peras Hingga Rp 250 juta Dipecat

Ilustrasi Polisi. ©2015 Merdeka.com

Tiga orang anggota polisi Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnarkoba) Polda Riau ditetapkan sebagai tersangka karena dugaan kasus pemerasan, Maret 2018. Mereka diduga meminta uang damai sebesar Rp 250 juta kepada seorang warga yang terlibat narkotika.

Barang bukti yang diamankan berupa satu pucuk senjata airsoft gun, dua gelang emas senilai Rp 30 juta, serta uang tunai sebesar Rp 73,5 juta.

Kejadian berawal saat tiga oknum itu menangkap seorang warga yang diduga pelaku narkotika berinisial AH alias Alam (41) di Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai, Rohul, Riau, pada pertengahan Februari 2018 lalu.

Dalam penangkapan itu, diduga terjadi negosiasi antara warga dan ketiga polisi. Ketiga oknum tersebut diduga meminta uang damai Rp 250 juta.

Namun, uang sebanyak itu tidak disanggupi oleh keluarga AH dan hanya mampu membayar Rp 200 juta. Keluarga korban keberatan dan merasa diperas, kemudian melaporkan ketiga oknum polisi ke Polres Rohul. Akibatnya, ketiga oknum polisi tersebut ditangkap. [has]

Baca juga:
Ngotot Tilang Truk Cabai, Polantas Polda Kaltim Dibebastugaskan
Bunuh Kekasih, Bripda M Anggota Sabhara Polda Sulsel Segera Jalani Sidang Kode Etik
Bebaskan Penadah, Anggota Polsek Pasar Kemis Terkena OTT Terima Rp 40 Juta
Anggota Polda NTB Terima Gratifikasi Bandar Narkoba asal Perancis Tak Dibui
Polisi Ringkus Suami Istri Pelaku Penipuan Berkedok Penjualan Valas

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini