Kasus-kasus Kehilangan Barang Mewah di Bagasi Pesawat, Nilainya Hingga Ratusan Juta

Senin, 23 Desember 2019 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Kasus-kasus Kehilangan Barang Mewah di Bagasi Pesawat, Nilainya Hingga Ratusan Juta Garuda Indonesia. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Seorang penumpang Garuda Indonesia mengaku kehilangan seekor burung seharga ratusan juta rupiah. Burung mahal tersebut disimpan di bagasi pesawat. Penumpang bernama Rendy Lesmana membawa delapan jenis burung dari Jakarta ke Pontianak, Selasa (17/12).

Kehilangan terungkap saat pesawat sampai di Pontianak. Saat itu, Rendy menunggu antrean bagasi. Namun saat memeriksa sangkar burung satu persatu, Rendy kaget sangkar burung sudah rusak dan masih berbungkus kain. Padahal Rendy sudah mengikuti prosedur dengan benar.

Selain kasus kehilangan burung seharga ratusan juta rupiah yang dialami Rendy, kasus kehilangan barang yang disimpan di bagasi pesawat juga pernah dialami sejumlah orang lainnya. Berikut ulasannya:

1 dari 4 halaman

Kehilangan Perhiasan Ratusan Juta Rupiah

Titi Yusnawati, istri Kasat I Direktorat Narkoba Polda Kalbar AKBP Fransetyono, kehilangan sejumlah perhiasan yang disimpan di dalam koper saat penerbangan dengan menggunakan maskapai Lion Air JT 715 dari Pontianak tujuan Jakarta, Rabu, 3 Januari 2014. Perhiasan seharga Rp500 juta itu hilang saat koper masuk bagasi pesawat.

Masuk bagasi, sampai Jakarta barangnya hilang," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat AKBP Mukson Munandar, Sabtu (4 Januari 2014).

"Bukan miliaran, Rp500-an juta. Jangan dibesar-besarkanlah," kata Mukson.

Pihaknya sudah memeriksa 10 orang saksi untuk membongkar pencurian tersebut. Sepuluh orang itu adalah pihak-pihak yang terkait langsung dengan proses bagasi koper yang berisi perhiasan tersebut.

"Mulai dari x-ray di awal, sampai masuk pesawat," ujarnya.

Setelah melalui banyak proses pencarian, akhirnya perhiasan berhasil ditemukan.

2 dari 4 halaman

Kehilangan Uang Ratusan Ribu

Peristiwa kehilangan barang di dalam bagasi pesawat juga pernah menimpa seorang penumpang pesawat Garuda Indonesia bernama Ichsanuddin. Uang ratusan ribu rupiah yang disimpannya dalam tas di bagasi pesawat, hilang.

Ican, sapaan akrab dari Ichsanuddin ini terbang dari Palembang menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten pada Senin (26/11/2018) pagi.

"Waktu saya ambil tas di ruang tunggu pengambilan bagasi, saya cek lagi kan isi tas saya. Pas saya cek, uang saya enggak ada yang saya simpan di tas," kata Ican di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jakarta, Senin (26/11/2018).

Atas kejadian ini, Ican pun segera melapor ke pelayanan bagasi Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Kepada petugas, Ican menceritakan kejadian yang dialaminya.

"Petugas Aviation Security (avsec) juga ada di situ," ucap Ican.

3 dari 4 halaman

Belasan Orang Bobol Barang Penumpang di Bagasi Pesawat

Sebanyak 15 Orang dari 5 kasus pencurian barang di dalam bagasi pesawat ditangkap aparat kepolisian hingga November 2019. Beberapa pelaku merupakan petugas bandara, sementara lainnya adalah penadah.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, AKBP Arie Ardian menerangkan, dari lima kasus yang telah berhasil dibongkar Kepolisian sektor Bandara Soetta, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai ratusan juta rupiah dan barang-barang berharga lainnya.

"Dalam waktu satu tahun, Polresta Bandara Soekarno-Hatta sudah berhasil ungkap lima kasus pencurian dodos tas di Bandara Soekarno-Hatta, baik itu melalui kargo atau bagasi perorangan," terang Arie di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (5/11).

Adapun barang-barang hasil curian yang berhasil diambil pelaku, terdiri dari 21 jam tangan mewah, 44 buah handphone, dan uang tunai senilai Rp170 juta rupiah.

"Modusnya pelaku membobol atau membuka paksa barang milik penumpang dan mengambil barang yang sekiranya memiliki nilai ekonomi," kata dia.

Dalam pengungkapan kasus bobol bagasi kargo dan perorangan ini, polisi tak hanya mengungkap kejadian yang terjadi di Bandara Soetta saja, tapi juga di beberapa bandara lainnya, seperti Bandara Kualanamu, Medan dan Lampung.

"Lima kasus ini ada yang TKP di Soetta, ada juga di Bandara lain, seperti Kualanamu dan Lampung. Tapi tetap karena dilaporkan di sini, kita melakukan upaya penyelidikan sehingga kasus bisa terungkap," ucap Arie.

4 dari 4 halaman

Kehilangan Burung Jenis Kacer Berharga Rp150 Juta

Penumpang maskapai Garuda Indonesia tujuan Jakarta-Pontianak, Rendy Lesmana, kehilangan burung berjenis Kacer seharga Rp150 juta, Selasa (17/12). Sebenarnya, Rendy membawa 8 jenis burung, yakni 3 ekor burung murai, 2 ekor burung kacer dan 3 jenis burung love bird. Ketiga jenis burung ini seluruhnya disimpan di bagasi pesawat. Rendy sudah mengeluarkan uang sebesar Rp3,5 juta untuk membawa kedelapan burung ini ke dalam bagasi pesawat.

Kehilangan terjadi saat Rendy tiba di Pontianak pukul 20.00. Saat itu, Rendy sedang menunggu bagasi. Setelah barang bawaannya tiba, Rendy langsung memeriksa sarang burung yang disimpan di bagasi pesawat. Rendy melihat sangkar burung sudah rusak namun masih dibungkus plastik. Padahal Rendy sudah mengikuti prosedur untuk membawa sangkar burung dengan maskapai Garuda Indonesia.

Untuk menyelesaikan kasus ini, akhirnya Rendy menempuh jalur hukum. Sebelumnya sempat menempuh jalur mediasi di bandara Supadio Pontianak, namun tak menemukan titik temu. [dan]

Baca juga:
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Bagasi Pesawat Berisi Ponsel
Penumpang Kehilangan Uang di Bagasi Pesawat Garuda Indonesia
Uang Rp 18 juta hadiah MTQ dalam koper diduga hilang di bagasi pesawat
Pesawat delay, sejumlah penumpang Lion Air kehilangan barang berharga

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini