Kasus jual beli perkara, KPK terus buru orang di sekitar Nurhadi

Senin, 14 November 2016 16:07 Reporter : Yunita Amalia
Kasus jual beli perkara, KPK terus buru orang di sekitar Nurhadi Agus Rahardjo. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menegaskan proses penyelidikan kasus mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi hingga masih bergulir. Orang-orang di sekeliling Nurhadi masih diupayakan dimintai keterangannya, terkait dugaan keterlibatannya atas jual beli suatu perkara di Mahkamah Agung.

"Penyelidikan masih jalan kita juga mencari orang-orang yang sulit dicari," kata Agus seusai menjalani pemeriksaan urin yang diadakan oleh badan Narkotika Nasional (BNN) di auditorium KPK, Senin (14/11).

Berulang kali, Agus menampik jika penyelidikan kasus Nurhadi terkesan hati-hati karena ada pihak tertentu yang dianggap turut serta membekingi Nurhadi. Agus berujar belum dihadirkannya orang-orang di sekeliling Nurhadi murni hanya kendala waktu ataupun teknis saja.

"Iya kesulitan saja mudah-mudahan nanti kita ketemukan lah," pungkasnya.

Seperti diketahui, nama Nurhadi mencuat setelah panitera sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution tertangkap bersama Doddy Aryanto Supeno oleh tim KPK di sebuah hotel. Keduanya didakwa secara sah melakukan suap menyuap untuk menangani administrasi perkara yang melibatkan anak perusahaan PT Lippo Group.

Tim KPK bergegas melakukan penggeledahan di beberapa lokasi, salah satunya di kediaman Nurhadi. Dalam penggeledahan di rumah Nurhadi ditemukan uang pecahan mata asing dengan total Rp 1,7 miliar, hingga kini asal muasal uang tersebut belum dipastikan oleh KPK.

Penyidik KPK pun memanggil beberapa orang orang terdekat Nurhadi seperti Royani, sopir Nurhadi, empat ajudannya yang merupakan anggota Brimob. Orang-orang tersebut berulang kali dijadwalkan untuk dimintai keterangannya namun tidak sekalipun memenuhi panggilan.

Bahkan Royani, sopir Nurhadi, dilakukan pencekalan ke luar negeri. Akan tetapi dikabarkan Royani tengah berada di Singapura. Pihak imigrasi pun membantah kabar tersebut.

"Masih dalam pantauan kita ada di Indonesia," kata Humas Dirjen Imigrasi, Heru Santoso. [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini