Kasus Harun Masiku, KPK Dalami Keterlibatan Sekretariat DPP PDIP

Kamis, 13 Februari 2020 10:40 Reporter : Merdeka
Kasus Harun Masiku, KPK Dalami Keterlibatan Sekretariat DPP PDIP Gedung KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap Caleg PDIP Harun Masiku terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Dalam mendalami hal tersebut, tim penyidik menjadwalkan memeriksa Sekretariat DPP PDIP bernama Adi Nugroho. Saat ini Harun berstatus buronan KPK.

"Yang bersangkutan akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka WS (Wahyu Setiawan)," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (13/2).

Masih belum diketahui apa yang akan digali tim penyidik dari Adi Nugroho. Namun diketahui tim penyidik juga pernah memanggil tiga saksi dari Sekretariat DPP PDIP pada 24 Januari 2020 kemarin.

Ketiga orang tersebut yakni, Kusnadi, Gery, dan Riri.

1 dari 2 halaman

Berdasarkan pernyataan advokat PDIP Donny Tri Istiqomah, Kusnadi, yang merupakan salah satu Sekretariat DPP PDIP merupakan pihak yang pernah menitipkan uang sebesar Rp400 juta kepada Donny.

Hal tersebut diakui Donny usai diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terhadap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

"Memang saya dapat titipan uang Rp400 juta dari Mas Kusnadi," ujar Donny di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 12 Februari 2020.

Donny membantah uang tersebut berasal dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Menurut Donny, uang yang dia terima dari Kusnadi untuk diberikan kepada tersangka Saeful Bahri berasal dari politikus PDIP Harun Masiku.

"Pernah Mas Kusnadi nitip uang untuk Pak Saeful ke saya. Dan kan sudah terkonfirmasi juga, bahwa uang yang dari Mas Kusnadi yang dititipkan ke saya untuk Pak Saeful itu dari Pak Harun," kata Donny.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

Tak hanya Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp600 juta dari permintaan Rp900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp400 juta.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com [rnd]

Baca juga:
Dikonfrontir, Wahyu Setiawan Akui Pernah Komunikasi dengan Donny Istiqamah
Polri soal Harun Masiku: Masih Kami Cari
Yasonna Segera Umumkan Hasil Investigasi Kesalahan Data Harun Masiku
Advokat PDIP Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Wahyu Setiawan
KPK Telisik Mekanisme Menjadi Caleg saat Periksa Eks Kepala Sekretariat PDIP
Eks Staf Hasto Klaim Uang Suap ke Anggota KPU Tak Ada dari DPP PDIP

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini