Kasus Fintech di Solo, Wanita 'Dijual' via Whatsapp Demi Bayar Utang

Senin, 29 Juli 2019 06:19 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Kasus Fintech di Solo, Wanita 'Dijual' via Whatsapp Demi Bayar Utang Wanita Asal Solo Jadi Korban Fintech Ilegal. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Aplikasi pinjaman online (fintech) sedang marak beredar. Namun sayangnya, beberapa aplikasi pinjaman online masih ilegal alias tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Para pengguna diharapkan berhati-hati jika ingin menggunakan aplikasi fintech.

Sudah banyak korban yang ditipu fintech. Salah satunya wanita berinisial YI, karyawati warga Jebres, Solo, Jawa Tengah. Ia menggunakan aplikasi pinjaman online INCASH untuk membantu keuangannya.

Namun YI merasa difitnah dan dirugikan karena belum bisa membayar tagihan dari pinjaman online INCASH. Berikut kronologi kejadian dan upaya agar terhindar dari fintech ilegal:

1 dari 4 halaman

Berawal dari Pinjaman Rp1 Juta

YI pertama kali meminjam di INCASH sebesar Rp1 juta untuk biaya sekolah anak. Namun pinjaman itu mendapat potongan sebesar Rp320.000. Jadi, YI hanya mendapat Rp680.000 dan jatuh tempo hanya sepekan.

Mimpi buruk pun terjadi. Setelah hari jatuh tempo, YI ternyata belum bisa membayar pinjaman tersebut. Sejak saat itu, YI terus mendapat teror dan ancaman.

Tiga hari kemudian, YI mendapat undangan grup yang anggotanya berisi seluruh kontak di ponselnya. Di grup itu juga berisi orang-orang yang diduga berasal dari perusahaan fintech.

Mereka mempermalukan YI dengan memasang poster foto dirinya dan tulisan "Dengan ini saya menyatakan bahwa saya rela digilir seharga Rp1.054.000 untuk melunasi hutang saya di aplikasi INCASH. Dijamin puas." Poster fotonya kemudian viral tersebar ke sejumlah media sosial.

2 dari 4 halaman

Mendapat aplikasi INCASH dari Pesan Singkat

YI mengaku tidak mengetahui jika pinjaman online tersebut Ilegal. Pada awalnya, ia sering mendapatkan SMS pinjaman online. Tawaran tersebut lantas ditindaklanjutinya dengan membuka link yang diinformasikan.

"Awalnya saya kan dapat SMS. Ada tawaran bisa pinjam online, di situ disertakan link yang bisa dihubungi. Saya buka dan mengikuti saja petunjuknya. Syaratnya cuma pakai foto dan KTP," katanya.

3 dari 4 halaman

INCASH Tak Terdaftar di OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan perusahaan pinjaman online (fintech) INCASH yang diduga melakukan fitnah terhadap nasabah, ilegal. Sesuai peraturan yang berlaku, setiap fintech yang terdaftar tidak dibenarkan untuk mengakses kontak telepon kepada nasabah.

"Terkait viralnya berita nasabah di Solo yang sempat dilecehkan oleh debt collector salah satu perusahaan fintech, jelas itu tidak dibenarkan oleh OJK," Kepala Bagian Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Solo Tito Adji Siswantoro.

Tito juga memastikan bahwa status dari perusahaan fintech yang bersangkutan (INCASH) ilegal. Sesuai dengan regulasi yang diatur OJK, dikatakannya, setiap perusahaan fintech resmi atau yang terdaftar di OJK hanya dapat mengakses kamera, lokasi dan mikrophone milik nasabah. Untuk pengaksesan lainnya tidak diperbolehkan.

"Kalau ada fintech yang dapat mengakses phonebook milik nasabah, itu jelas tidak dibenarkan. Dan biasa dipastikan itu ilegal," tandasnya.

4 dari 4 halaman

Cara Agar Tak Tertipu Aplikasi Fintech Ilegal

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebelum terpikir akan meminjam dana di sebuah aplikasi pinjaman online. Apalagi, tahun 2018 lalu OJK membasmi 182 fintech ilegal.

Direktur Asetku, Andrisyah Tauladan menjelaskan ada dua langkah sederhana yang dapat dilakukan oleh masyarakat sebelum menggunakan jasa fintech lending adalah memastikan aspek legalitas.

"Saat mau pinjam, tanya sudah terdaftar di OJK belum," kata dia.

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah memastikan apakah fintech tersebut sudah terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Karena ada orang yang sudah terdaftar di Kominfo tapi belum terdaftar di OJK. Itu lebih aman. Dia lagi proses di OJK," ujar dia.

"Memang lama proses di OJK tapi dia sudah proses di OJK. Bukan berarti dia ilegal. Kenapa? Dia sudah beli domain yang namanya [dot] co [dot] id," ungkapnya [has]

Baca juga:
Tak Bisa Bayar, Nasabah Pinjaman Online Ini Difitnah Rela Digilir Demi Lunasi Utang
YLKI Catat Aduan Konsumen Fintech Masih Jadi Terbanyak Sepanjang Semester I 2019
Fintech Modalku Salurkan Pinjaman Rp 7 Triliun di Asia Tenggara, Indonesia Terbesar
Satgas Investasi Hentikan Aktivitas 140 Pinjaman Online Ilegal, Ini Daftarnya
OJK: Fintech Terdaftar Hanya Minta Akses Kamera, Mikrofon dan Lokasi
Selama 2 Tahun, AFPI Gelontorkan Pinjaman Hingga Rp33 Triliun

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini