Kasus DBD di Tasikmalaya Terus Meningkat, Pasien Meninggal Jadi 16 Orang

Senin, 22 Juni 2020 20:19 Reporter : Mochammad Iqbal
Kasus DBD di Tasikmalaya Terus Meningkat, Pasien Meninggal Jadi 16 Orang demam berdarah. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya terus mengalami peningkatan. Hingga Senin (22/6), Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat 598 kasus, di mana 16 orang di antaranya meninggal dunia.

Sebelumnya pada Selasa (16/6), tercatat 11 angka kematian akibat DBD. Artinya dalam sepekan terdapat tambahan lima kasus kematian baru akibat DBD. "Ini adalah satu angka yang cukup tinggi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Uus Supangat, Senin (22/6).

Dengan kondisi seperti ini, Uus menyebut bahwa status Kota Tasikmalaya telah memasuki prakejadian luar biasa (KLB) DBD. Namun walau begitu, menurutnya, status tersebut tidak bisa disamakan dengan status KLB.

"Penetapan status KLB merupakan kewenangan pemimpin daerah, dalam hal ini adalah Wali Kota Tasikmalaya. Syarat untuk KLB itu kasus kematian meningkat tajam di banding periode sebelumnya. Itu harus dihitung dengan akurat, karena kita tak bisa menetapkan secara sembarangan menetapkan KLB," sebutnya.

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya akan semakin menggiatkan penyuluhan ke masyarakat. Kamis (25/6), pihaknya akan melakukan pertemuan dengan seluruh kecamatan guna melakukan langkah pasti dalam mengantisipasi peningkatan kasus DBD.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, wilayah yang terparah terkena DBD adalah Kecamatan Kawalu. Di sana terdapat 113 kasus DBD dengan lima angka kematian. Untuk kasus lainnya tersebar di sembilan kecamatan, namun untuk kasus kematian tercatat di Kecamatan Cipedes tiga kasus, lalu Purbaratu, Bungursari dan Cipedes dengan masing-masing dua kasus, serta Indihian dan Tawang masing-masing satu kasus.

"Kami sangat berharap sebenarnya saat masyarakat mengurangi aktivitas, mereka benar-benar menerapkan PHBS. Bukan hanya terhadap diri kita, tapi juga lingkungan. Kalau masyarakat sadar menyadari itu, kasus bisa dicegah," tutupnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini