Kasus Covid-19 Tembus 5.000 Sehari, IDI Nilai Level PPKM Belum Perlu Dinaikkan

Kamis, 21 Juli 2022 14:22 Reporter : Supriatin
Kasus Covid-19 Tembus 5.000 Sehari, IDI Nilai Level PPKM Belum Perlu Dinaikkan PPKM Level 1 di Jabodetabek. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat. Dalam dua hari terakhir, kasus Covid-19 bertambah lebih dari 5.000.

Meski kasus Covid-19 terus meningkat, Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai belum perlu meningkatkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Saya rasa belum perlu menaikkan level PPKM, meski ada tambahan 5.085 kasus baru," kata Ketua Satgas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban melalui akun Twitter @ProfesorZubairi, yang dikutip Kamis (21/7).

Saat ini, daerah di Pulau Jawa dan Bali menerapkan PPKM level 1. Demikian juga dengan daerah yang berada di luar Pulau Jawa dan Bali.

Namun, Zubairi meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Masyarakat harus menggunakan masker dan melindungi diri dari penularan Covid-19.

"Kita tetap perlu berhati-hati, saling jaga, dan tidak jemawa—sambil berdoa semoga gelombang besar tidak datang," ujarnya.

2 dari 2 halaman

RI Masuk Gelombang 4 Covid-19

Sebelumnya, Zubairi menilai Indonesia memasuki gelombang keempat pandemi. Pemicunya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Ada sejumlah indikator yang menjadi landasan penilaian IDI. Di antaranya, kasus positif Covid-19 harian meningkat signifikan. Dalam beberapa hari terakhir, kasus Covid-19 bertambah lebih dari 3.000 kasus.

Kedua, positivity rate Covid-19 menembus 18 persen. Angka ini melampaui standar aman Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO maksimal 5 persen.

"Tapi kita masih belum capai puncak gelombang BA.4 dan BA.5," kata Ketua Satgas Penanganan Covid-19 IDI, Zubairi Djoerban dikutip Minggu (17/7).

Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI Tjandra Yoga Aditama mengamini penilaian Satgas Covid-19 IDI. Dia mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi belakangan ini memang memungkinkan adanya gelombang keempat.

"Hanya kita tidak tahu akan berapa tinggi jumlah kasusnya," ujar dia.

Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia, Dicky Budiman sependapat dengan Zubairi dan Tjandra. Menurutnya, Indonesia sudah memasuki gelombang keempat Covid-19. Bahkan sejak awal Juni 2022.

"Dari awal Juni bahkan akhir Mei itu sudah kelihatan ada peningkatan kasus," kata Dicky.

Dicky kemudian menjelaskan rentetan gelombang Covid-19 di Indonesia. Berdasarkan data, gelombang pertama terjadi pada November 2020 sampai Januari 2021. Gelombang kedua sejak Mei hingga September 2021. Sedangkan gelombang ketiga mulai Januari sampai Maret 2022.

Dokter lulusan Universitas Padjadjaran ini memprediksi puncak gelombang keempat terjadi pada akhir Juli atau awal Agustus 2022. Diproyeksikan, gelombang ini baru menjinak pada akhir September atau awal Oktober 2022.

"Namun yang ingin saya sampaikan, gelombang ini lebih didominasi oleh kasus infeksi. Tapi kasus kesakitan apalagi kematian trennya terus menurun," ucap dia. [tin]

Baca juga:
Aturan Terbaru, Jemaah Haji Wajib Tes Antigen saat Tiba di Tanah Air
Masih Pandemi, Petugas Diminta Terus Ingatkan Jemaah Disiplin Prokes dan Pakai Masker
Belasan Orang Terpapar Covid-19 saat di Debarkasi, Jemaah Haji Diminta Tetap Tenang
Kasus Covid-19 di Depok Melonjak dalam 2 Pekan jadi 230, Pemicunya Omicron BA.5
Petugas di China Paksa Masuk Rumah Warga untuk Buru Kontak Dekat Pasien Covid-19
Seluruh Jemaah Haji yang Pulang ke Indonesia Diwajibkan Jalani Skrining Kesehatan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini