Kasus Covid-19 pada Anak Meningkat, Satgas Ingatkan Daerah Soal Belajar Tatap Muka

Jumat, 8 Januari 2021 08:03 Reporter : Merdeka
Kasus Covid-19 pada Anak Meningkat, Satgas Ingatkan Daerah Soal Belajar Tatap Muka Sekolah Alam Sukawangi di Bekasi. ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan saat ini terjadi tren peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 di tengah anak-anak usia sekolah. Peningkatan terbesar ada pada anak pada usia Pendidikan Anak Usia Dini (Paud), TK maupun SD.

"Jika kita menelaah dari trennya, kita bisa melihat adanya peningkatan kasus konfirmasi pada setiap penggolongan umur, bahkan terbesar setara TK, Paud dan SD. Kenaikannya di atas 50 persen hanya dalam kurun waktu 1 bulan," beber Wiku melalui keterangan tulis, Jumat (8/1).

Wiku membeberkan, rentang usia anak sekolah menyumbang sebesar 8,87 persen dari total kasus nasional. Atau usia sekolah menyumbang 59.776 kasus dari total kasus kumulatif.

Dari total kasus tersebut, menurut Wiku anak pada usia setara pendidikan SD yaitu 7 - 12 tahun, menyumbang angka kasus terbanyak yaitu 17.815 kasus (29,8 persen). Diikuti usia setara SMA yaitu 16 - 18 tahun di angka 13.854 kasus (23,17 persen), usia setara SMP yaitu 13 - 15 tahun sebanyak 11.239 kasus (18,8 persen), usia setara TK yaitu 3 - 6 tahun sebanyak 8.566 kasus (14,3 persen) dan usia PAUD yaitu 0 - 2 tahun sebanyak 8.292 kasus (13,8 persen).

Dari sebaran daerahnya, lanjut Wiku DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Barat dan Banten konsisten menempati peringkat 10 besar daerah dengan konfirmasi tertinggi pada rentang usia sekolah. Di mana DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah konsisten menempati peringkat 4 teratas pada seluruh golongan umur rentang usia sekolah.

Dan secara nasional juga, terdapat 3 provinsi teratas dengan penyumbang kematian tertinggi rentang usia sekolah. Pada rentang usia PAUD, terdapat di Sulawesi Utara (6,78 persen), Nusa Tenggara Barat (4,72 persen) dan Nusa Tenggara Timur (4,35 persen). Rentang usia TK terdapat di Jawa Timur (4,6 persen), Riau (0,73 persen) dan Kepulauan Riau (0,72 persen).

Rentang usia SD terdapat di Jawa Timur (4,96 persen), Gorontalo (1,449), dan Sulawesi Tengah (1,47 persen). Rentang usia SMP terdapat di Jawa Timur (4,96 persen), Gorontalo (2,08 persen) dan Nusa Tenggara Barat (0,85 persen). Rentang usia SMA terdapat di Jawa Timur (4,62 persen), Gorontalo (1,64 persen) dan Aceh (1,53 persen).

"Data ini disampaikan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan bentuk transparansi Satgas kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Data ini selayaknya dijadikan dasar pertimbangan sebelum mengeluarkan izin pembelajaran tatap muka. Daerah yang merasa kasus positifnya tinggi, diharapkan fokus terlebih dahulu pada penangan pandemi," tegas Wiku.

Untuk itu Wiku meminta daerah mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka yang telah diizinkan oleh Pemerintah Pusat sejak November 2020 lalu. Agar mengindahkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

"Namun, kesiapan pembukaan pembelajaran tatap muka ini, juga perlu memperhatikan data perkembangan kasus Covid-19, khususnya pada usia anak sekolah," jelas Wiku.

Baca Selanjutnya: Jangan Ragu Ikut Vaksinasi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini