Kasus Covid-19 Masih Tinggi, IDI Minta Pemerintah Evaluasi New Normal

Senin, 13 Juli 2020 09:53 Reporter : Supriatin
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, IDI Minta Pemerintah Evaluasi New Normal Cafe dan Resto New Normal. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Kasus Covid-19 di Indonesia belum menjinak. Bahkan dalam sebulan terakhir, penambahan kasus baru Covid-19 per hari di atas 1.000 orang.

Data kemarin Minggu (12/7), temuan kasus baru Covid-19 sebanyak 1.681 orang. Penambahan ini membuat total kasus yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu mencapai 75.699.

Melihat kasus Covid-19 terus meningkat, Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Muhammad Adib Khumaidi meminta pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan new normal. Terutama, new normal di wilayah-wilayah dengan penambahan kasus Covid-19 cukup tinggi. Misalnya, Jawa Timur, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

"Ini perlu menjadi perhatian berbasis kewilayahan. Kemudian menilai baik secara epidemiologi dan secara medis," ujarnya saat dihubungi merdeka.com, Senin (13/7).

Dari sisi epidemiologi, yang perlu dikaji secara mendalam adalah rate of transmission dan attack rate. Adib menyebut, jika attack rate tinggi, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di rumah sakit serta kasus kematian meningkat akibat Covid-19, maka pemerintah harus secara tegas memutuskan memberhentikan sementara new normal.

"Harus ada langkah strategis dari pemerintah untuk kemudian melakukan evaluasi secara ketat dan menerapkan aturan yang lebih tegas bahkan mungkin menerapkan PSBB kembali," katanya.

Sebagai informasi, sebaran terbanyak kasus Covid-19 pada Minggu kemarin ada di lima provinsi. Yakni, Jawa Timur dengan 518 kasus baru, DKI Jakarta 404 kasus, Sulawesi Selatan 173 kasus, Kalimantan Selatan 77 kasus dan Jawa Tengah 70 kasus. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini