Kasus Covid-19 di Nias Meningkat Tajam, Pengetatan Pintu Masuk Dikaji

Senin, 14 September 2020 18:00 Reporter : Yan Muhardiansyah
Kasus Covid-19 di Nias Meningkat Tajam, Pengetatan Pintu Masuk Dikaji Aris Yudhariansyah. ©2020 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Kepulauan Nias menjadi perhatian khusus tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut setelah terjadinya peningkatan kasus konfirmasi di sana. Mereka tengah mengkaji rencana untuk memperketat pintu masuk dan keluar dari kawasan itu.

"Terdapat peningkatan kasus pada wilayah Kepulauan Nias yang sebelumnya memiliki angka kasus relatif rendah, mengalami peningkatan yang cukup besar. Per tanggal 13 September 2020 data akumulatif kasus konfirmasi di Kepulauan Nias tercatat berjumlah 90 orang atau meningkat 28 orang dari data tertanggal 7 September 2020 dan yang berjumlah 62 orang," kata Juru Bicara GTPP Sumut, dr Aris Yudhariansyah, dalam update mingguan Covid-19 Sumut secara live streaming dari Media Center GTPP Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Senin (14/9) sore.

Dia menyatakan kondisi di Kepulauan Nias menjadi perhatian khusus bagi GTPP Covid-19 Sumut. Mereka melakukan sejumlah kajian untuk menekan laju kenaikan kasus konfirmasi Covid-19 di sana.

Kajian yang dilakukan di antaranya merencanakan untuk melakukan pengetatan pintu masuk dari dan ke wilayah Kepulauan Nias, baik bandar udara maupun pelabuhan laut. "Pengetatan akan berlangsung selama 14 hari dan akan dihentikan atau dibuka sesuai kondisi di lapangan," jelas Aris.

Sementara kasus Covid-19 di Sumut terus meningkat. Terhitung hingga Senin (14/9) konfirmasi Covid-19 di daerah ini berjumlah 8.559 kasus atau bertambah 832 orang dibanding angka pekan lalu. Suspek berjumlah 958 orang.

Jumlah pasien sembuh tercatat 5.162 orang. "Dalam satu Minggu terjadi penambahan 551 orang yang sembuh," jelas Aris.

Pasien meninggal tercatat 361 orang atau bertambah 20 orang dalam sepekan. "Spesimen yang diperiksa 59.117 sampel atau bertambah 10.378 dalam satu minggu," jelas Aris.

Selain Kepulauan Nias yang mendapatkan perhatian khusus, kawasan Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang (Mebidang) ditambah Simalungun Raya menjadi perhatian utama GTPP Covid-19 Sumut, karena di daerah-daerah itulah jumlah kasus konfirmasi tertinggi saat ini. Angka konfirmasi Kota Medan berjumlah 4.951 kasus, Deli Serdang 1.101 kasus, Kota Pematang Siantar 242 kasus, Kabupaten Simalungun 189 kasus dan Kota Binjai 158 kasus.

"Untuk itu mari kita putus mata rantai Covid-19 dengan cara bergotong royong. Melaksanakan protokol kesehatan tidak bisa memutus mata rantai Covid-19 jika hanya dilakukan sebagian orang, tapi harus seluruh lapisan masyarakat," imbau Aris. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini