Kasus Covid-19 di Garut Meningkat, Sekolah Tatap Muka Dihentikan Sementara

Senin, 31 Mei 2021 23:00 Reporter : Mochammad Iqbal
Kasus Covid-19 di Garut Meningkat, Sekolah Tatap Muka Dihentikan Sementara Ilustrasi Covid-19. Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Bidang Pencegahan dan Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surachman menyebut bahwa saat ini terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut. Angka kenaikannya mencapai 2,6 kali lipat dibanding dua pekan sebelumnya.

"Minggu-minggu ini cukup mengkhawatirkan. Dibanding 2 minggu lalu, penambahan kasus yang hanya 200 lebih, namun minggu sekarang penambahan mencapai 776 kasus atau 2,6 kali lipat," sebut Asep, Senin (31/5).

Selain jumlah kasusnya yang mengalami peningkatan, angka kematian pasien Covid-19 juga mengalami kenaikan. Dalam dua minggu, setidaknya 35 orang pasien Covid-19 yang meninggal. Hal tersebut menurutnya menandakan semakin banyak orang yang terkonfirmasi Covid-19 dalam kondisi yang buruk.

Dengan kondisi tersebut, menurutnya, Kabupaten Garut saat ini bertahan di zona orange dan belum bergeser ke zona kuning. “Kenaikan kasus ini berkaitan dengan masa mudik idul fitri kemarin, orang bolak bali ke Garut untuk bertemu keluarganya, silaturahmi. Dan ini menjadikan faktor risiko untuk meningkatnya kasus Covid di Kabupaten Garut," ungkapnya.

Untuk mengantisipasi semakin meluasnya kasus Covid-19 di Kabupaten Garut, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut akan kembali melakukan pembatasan aktivitas masyarakat. Pembatasan tersebut akan dilakukan mulai 1 hingga 15 Juni 2021.

"Kita memprediksi, akan terjadi gelombang kedua outbreak yang kedua 14 hari. Masa inkubasi ini kemungkinan akan meningkat di tanggal 14, 15, 16 Juni 2021 ini. Risiko untuk terjadi rawan peningkatan, sehingga pak Bupati dalam hal ini membuat Surat Edaran menyebarkannya oleh kita semua bahwa ini adalah upaya untuk melakukan pembatasan aktivitas masyarakat," jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Garut, menurut Asep, akan melakukan pembatasan di wilayah dan tempat yang rawan menjadi lokasi penyebaran Covid-19. Lokasi tersebut adalah perkantoran dan sekolah. Selain itu juga, kapasitas ruangan dan jam operasional akan kembali dibatasi.

“Sekolah dihentikan sementara sampai 15 Juni. Pemerintah sangat sayang kepada warganya, dalam hal ini Kabupaten Garut sangat menaruh perhatian lebih kepada masyarakatnya. Tentunya, apa yang hari ini diterbitkan surat edaran mohon dipatuhi oleh masyarakat selain hal-hal lainnya juga yaitu cara preventifnya atau cara pencegahannya yaitu dengan vaksin," katanya.

Kondisi saat ini, secara umum, seluruh kecamatan di Kabupaten Garut diketahui sudah terpapar Covid-19. Oleh karena itu, menurutnya seluruh warga harus menerapkan protokol kesehatan di setiap tempatnya.

"Covid-19 saat ini tidak ditemukan saja di Garut Kota, bukan saja di Tarogong Kaler, bukan dari Cilawu tapi sudah menyebar di 42 kecamatan. Artinya sudah siap-siap kita mengantisipasinya dengan cara menerapkan protokol kesehatan yang baik dan benar," tutup Asep. [eko]

Baca juga:
Terpeleset saat Swafoto di Curug Rahong Garut, 2 Pelajar asal Bandung Meninggal Dunia
Puluhan Warga di Garut Mengungsi Akibat Pohon Beringin Tumbang
Aniaya Warga dan Ancam Aparat di Garut, Dadang Buaya Cs Dijerat Pasal Berlapis
Bawa Motor Dibegal, Korban Dibuang ke Kebun Usai Ditikam
Siapkan Talas Sebagai Pengganti Nasi, Begini Cara Garut Atasi Krisis Lahan Pertanian

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Covid 19
  3. Garut
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini