Kasus Bocah 5 Tahun Dirantai di Sumedang, Ini Cerita Tetangga

Sabtu, 8 Januari 2022 20:35 Reporter : Mochammad Iqbal
Kasus Bocah 5 Tahun Dirantai di Sumedang, Ini Cerita Tetangga Ilustrasi kekerasan pada anak. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus bocah 5 tahun dirantai dalam rumah di Kompleks Anggrek Regency, kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara membuat para tetangga kaget. Mereka sama sekali tidak mengetahui tindakan pelaku S, sampai akhirnya korban ditemukan.

Tetangga mengaku tidak banyak mengetahui aktivitas S. Alasannya perempuan itu kini tinggal di wilayah kecamatan lain.

Ketua RT setempat Toni menyebut, S sebetulnya sudah cukup lama tinggal di kompleks itu. Namun sepengetahuannya, dia sudah berniat menjual rumahnya sejak dua tahun lalu

"Pemilik rumah hanya menitipkan, katanya kalau ada yang mau beli disuruh telepon ke nomor yang tertera di gerbang pagar," sebut Toni.

Meski sudah tinggal cukup lama di kompleks tersebut, Toni mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui seorang bocah tinggal di dalam rumah S. Kasus penyekapan itu terungkap gara-gara warga melihat kepulan asap dari dalam rumah. [yan]

Baca juga:
Gara-Gara Kebakaran Kasus Penyekapan Bocah di Sumedang Terungkap, Begini Kronologinya
Alasan Nakal, Orangtua Tega Rantai Kaki dan Tangan Anak yang Masih 5 Tahun
Polri Bentuk Tim Kaji Pembentukan Direktorat Khusus Perempuan dan Anak

Mereka mendobrak masuk, karena menduga terjadi kebakaran. Asap itu ternyata dari panci di atas kompor yang masih menyala. Setelah mematikan kompor, warga terdengar teriakan suara anak kecil yang meminta pertolongan. Bocah itu pun ditemukan di lantai dua. Kaki dan tangannya terikat rantai besi.

Sepengetahuan Toni, saat ini S tinggal di wilayah Kecamatan Buah Dua. Namun ia kerap terlihat di rumah tersebut.

"Biasanya sih suka kelihatan pagi-pagi atau sore-sore," jelas Toni.

Selain itu, Toni juga mengungkap bahwa S merupakan seorang janda. Dia mengaku bercerai dari suaminya yang kini tinggal di Lampung.

2 dari 2 halaman

Polisi Bentuk Tim Khusus

Kepolisian Resor Sumedang saat ini terus melakukan penyelidikan terkait keberadaan keluarga bocah yang disekap di rumah S. Mereka pun membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus ini.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prastyo Robbyanto mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan pihaknya, keluarga bocah yang disekap umumnya ada di Jakarta. Walau begitu, pihaknya belum bisa menyebut identitas mereka karena masuk dalam materi penyelidikan.

"Kami telah membentuk dua tim untuk mencari keluarga korban, baik dari ayah juga ibunya," ungkapnya.

Baca juga:
Gara-Gara Kebakaran Kasus Penyekapan Bocah di Sumedang Terungkap, Begini Kronologinya
Alasan Nakal, Orangtua Tega Rantai Kaki dan Tangan Anak yang Masih 5 Tahun
Polri Bentuk Tim Kaji Pembentukan Direktorat Khusus Perempuan dan Anak

Korban dengan pelaku S diketahui masih keluarga. Dia merupakan sepupu dari pelaku.

Saat ini, korban masih dalam perawatan tim kesehatan Polres Sumedang. Kondisinya tampak membaik dan bisa berkomunikasi dan bermain layaknya anak lain.

Saat ditanya terkait pengasuhnya nanti, Eko mengatakan, pihaknya akan mengacu pada aturan yang berlaku. "Ada ketentuannya, ada peraturan pemerintah soal pengasuh pengganti dan hal itulah yang nantinya harus ada kesepakatan dari pihak keluarga," tutupnya.

Baca juga:
Gara-Gara Kebakaran Kasus Penyekapan Bocah di Sumedang Terungkap, Begini Kronologinya
Alasan Nakal, Orangtua Tega Rantai Kaki dan Tangan Anak yang Masih 5 Tahun
Polri Bentuk Tim Kaji Pembentukan Direktorat Khusus Perempuan dan Anak

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini