Kasus Amplop Berisi Uang di Kantor Propam, LPSK: Kalau KPK Berinisiatif Silakan Usut

Senin, 15 Agustus 2022 18:00 Reporter : Bachtiarudin Alam
Kasus Amplop Berisi Uang di Kantor Propam, LPSK: Kalau KPK Berinisiatif Silakan Usut Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo menyatakan siap diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait amplop berisi uang yang diduga dari Irjen Ferdy Sambo.

Hal itu menyusul laporan yang dilayangkan Tim Advokat Penegakan Hukum dan Keadilan (TAMPAK) kepada KPK terkait dugaan menyuap dengan dua amplop kepada LPSK.

"Kalau kami dimintai keterangan kami akan sampaikan juga kepada KPK," kata Hasto di Gedung LPSK, Jakarta Timur, Senin, (15/8).

Namun demikian, Hasto mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya belum berencana melaporkan terkait dugaan pemberian amplop tersebut. Walaupun, pihaknya mempersilakan jika memang berinisiatif untuk mengusut peristiwa itu.

"KPK kalau mau berinisiatif silakan (usut)," ujarnya.

Pasalnya, Hasto menyebut, jika staf yang menerima amplop tersebut tidak pernah membuka isi amplop berwarna coklat tersebut, lantaran ketika diberikan langsung segera ditolak secara langsung.

"Kami tidak pernah buka, LPSK waktu itu tafsirkan itu uang jadi harus dikembalikan," ujarnya.

Adapun dugaan percobaan suap terhadap LPSK itu terjadi pada 13 Agustus 2022 lalu. Saat itu petugas LPSK dipanggil Irjen Sambo yang bermaksud untuk meminta perlindungan bagi isterinya Putri Candrawathi.

Kemudian petugas LPSK dihampiri oleh staf yang diduga atas perintah Sambo untuk memberikan map berisi dua amplop coklat yang diduga uang. Namun petugas LPSK pada saat itu langsung menolak amplop tersebut.

2 dari 2 halaman

KPK Terima Aduan Tampak

Sebelumnya, KPK mengaku sudah menerima laporan terkait adanya dugaan penyuapan yang dilakukan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. KPK menyatakan bakal menindaklanjutinya.

"Benar KPK telah terima laporan tersebut pada bagian pengaduan dan pelaporan masyarakat KPK. Kami memastikan akan tindaklanjuti setiap laporan dari masyarakat dengan melakukan langkah-langkah analisis lebih lanjut berupa verifikasi mendalam dari data yang kami terima," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (15/8).

Ali mengatakan, verifikasi bakal dilakukan untuk menentukan apakah laporan dugaan suap Ferdy Sambo bisa diteruskan ke tingkat penyidikan atau tidak. Meski demikian, Ali memastikan KPK bakal menyelidiki dugaan suap tersebut.

"Dalam setiap laporan masyarakat, KPK juga proaktif menelusuri dan melakukan pengumpulan berbagai informasi dan bahan keterangan tambahan untuk melengkapi setiap aduan dimaksud," kata Ali.

Irjen Ferdy Sambo diketahui dilaporkan ke KPK oleh Tim Advokat Penegakan Hukum dan Keadilan (TAMPAK). Ferdy dilaporkan karena diduga berusaha menyuap Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Bukti yang dilampirkan oleh TAMPAK yakni pemberitaan di beberapa media yang menyebut pihak Irjen Ferdy Sambo menyodorkan amplop cokelat kepada LPSK.

"(TAMPAK berharap KPK) mengusut dugaan suap kepada staf LPSK, Bharada Richard Elizier Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal, serta Kuwat Ma'ruf," ujar Koordinator TAMPAK Roberth Keytimu usai melapor di Gedung KPK, Senin (15/8).

Baca juga:
Periksa TKP Penembakan Brigadir J, Komnas HAM Temukan Fakta Penting
Suasana saat Timsus Polri Geledah Rumah Ferdy Sambo di Magelang
Komnas HAM Cek Posisi Jenazah Brigadir J dan Bekas Tembakan di Rumdin Ferdy Sambo
CEK FAKTA: Jubir Bantah Video Luhut Panjaitan Incar Bekingan Ferdy Sambo
Ini Alasan Irwasum Polri Datangi Rumah Dinas Ferdy Sambo Temui Komnas HAM

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini