Kasus Ahmad Dhani, Hasto Sebut Fadli Zon Sibuk Buat Puisi Lupa Baca UUD 45

Selasa, 29 Januari 2019 15:02 Reporter : Merdeka
Kasus Ahmad Dhani, Hasto Sebut Fadli Zon Sibuk Buat Puisi Lupa Baca UUD 45 Konpers Ahmad Dhani CS soal festival musik. ©2018 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, menyinggung vonis musisi Ahmad Dhani Prasetyo, diganjar 1 tahun enam bulan kurungan penjara atas kasus dugaan ujaran kebencian (hate speech) yang dilakukannya.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, angkat bicara. Dia menuturkan, apa yang disampaikan Fadli menyerang pengadilan.

"Jadi Pak Fadli Zon menyerang, karena keputusan pengadilan itu bersifat independen. Pak Fadli Zon silakan baca konstitusi," ucap Hasto di Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Dia menyindir, apa yang disampaikan Fadli karena sebagai Wakil Ketua DPR RI itu, sudah disibukkan hanya menulis puisi saja. Dan lupa membaca Undang-Undang Dasar 1945.

"Mungkin karena kesibukan buat puisi lupa membaca Undang-undang Dasar 1945. Jadi apa yang disampaikan Pak Fadli Zon justru menyerang independensi dari peradilan," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai, vonis penjara 1,5 tahun terhadap Ahmad Dhani dalam kasus ujaran kebencian di media sosial sebagai lonceng kematian demokrasi Indonesia.

"Vonis dan ditahannya Ahmad Dhani adalah lonceng kematian demokrasi di Indonesia," kata Fadli dalam akun Twitternya.

Fadli juga menilai penahanan Dhani menjadi bukti rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) semakin otoriter. Serta mengancam kebebasan berpendapat.

"Bukti nyata rezim ini semakin otoriter dan menindas hak berpendapat baik lisan maupun tulisan yang dijamin konstitusi," ucapnya.

Fadli Zon juga menulis puisi yang berjudul Ahmad Dhani:

AHMAD DHANI

kau telah bersaksi

tentang zaman penuh persekusi

kau melihat dengan mata kepala sendiri

teater kebiadaban rezim tirani

kini kau korban kriminalisasi

ruang gerakmu makin dibatasi

kau telah didzalimi

mereka cemas kata-katamu

melahirkan kesadaran

mereka gentar dengar lagumu

membangunkan perlawanan

menabuh genderang kebangkitan

mereka bungkam kalimatmu

sambil menebar teror ketakutan

mereka hentikan nyanyianmu

sambil mencari-cari kesalahan

mereka ingin kau tunduk tersungkur

tapi kau berdiri tegak pantang mundur

mereka ingin kau berkhianat

tapi kau kokoh menjunjung amanat

membela umat

membela rakyat

perjalananmu kini menentukan

kau bukan sekedar musisi pemberani

kau penghela roda perubahan

rezim ini harus segera diganti

dan dimusnahkan

Fadli Zon, Perjalanan Jakarta-Surabaya, 29 Januari 2019

#AhmadDhaniKorbanRezim

#SaveAhmadDhani [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini