Kasau Janji Transparan soal Penanganan Dua Anggota Injak Kepala Warga di Merauke

Rabu, 28 Juli 2021 18:38 Reporter : Nur Habibie
Kasau Janji Transparan soal Penanganan Dua Anggota Injak Kepala Warga di Merauke Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Twitter @_TNIAU

Merdeka.com - Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memastikan, proses penanganan prajurit TNI AU yang melakukan kekerasan terhadap seorang warga di Merauke, Papua, dilakukan secara transparan dan sesuai aturan yang berlaku.

Adapun proses hukum terhadap kedua oknum TNI AU ini, telah memasuki tahap penyidikan yang dilakukan oleh Satpom Lanud Dma dan keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka Tindak Pidana.

"Adapun proses hukum terhadap kedua oknum TNI AU ini, telah memasuki tahap penyidikan yang dilakukan oleh Satpom Lanud Dma dan keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka Tindak Pidana," kataKadispenau, Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah dalam keterangannya, Rabu (28/7).

Kedua prajurit yang melakukan tindakan kekerasan itu yakni Serda A dan Prada V. Kedua tersangka sementara ditahan selama 20 hari untuk kepentingan penyidikan dilakukan Satpom Lanud Dma.

"Serda A dan Prada V telah ditetapkan sebagai tersangka Tindak kekerasan oleh penyidik, saat ini kedua tersangka menjalani penahan sementara selama 20 hari, untuk kepentingan proses penyidikan selanjutnya," ujar dia.

Dia mengatakan, proses hukum dilakukan sesuai peradilan militer. Oleh sebab itu, dia berharap, semua pihak dapat menunggu proses hukum yang saat ini sedang dilakukan Satpom Lanud Dma.

"Saat ini masih proses penyidikan terhadap kedua tersangka, tim penyidik akan menyelesaikan BAP dan nantinya akan dilimpahkan ke Oditur Militer untuk proses hukum selanjutnya," kata dia.

Diketahui, proses hukum yang sedang dijalani oleh kedua prajurit tersebut terkait dengan kejadian di kota Merauke. Keduanya melakukan tindakan berlebihan saat mengamankan seorang warga yang terlibat cekcok dengan penjual bubur ayam di jalan raya Mandala-Muli, Merauke, Senin (26/7) lalu.

Insiden itu juga membuat Komandan Lanud Johanes Abraham Dimara (Lanud Dma) dan Komandan Satuan Polisi Militer Lanud Dma dicopot dari jabatannya oleh Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo. Fadjar menegaskan, pergantian ini merupakan pertanggungjawaban atas kejadian tindak kekerasan yang dilakukan oleh dua anggota Lanud Dma tersebut.

"Setelah melakukan evaluasi dan pendalaman, saya akan mengganti Komandan Lanud JA Dimara beserta Komandan Satuan Polisi Militer Lanud JA Dimara," kata Fadjar. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. TNI AU
  3. TNI
  4. Penganiayaan
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini