Karya Ciamik Pemuda Tasikmalaya Ubah Sampah Jadi Miniatur Motor

Rabu, 8 Juli 2020 07:04 Reporter : Mochammad Iqbal
Karya Ciamik Pemuda Tasikmalaya Ubah Sampah Jadi Miniatur Motor Miniatur sepeda motor berbahan sampah. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang pemuda asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Angga Maulana (32) menyulap sampah menjadi kerajinan bernilai. Sejak tahun 2010, Angga mengubah sampah menjadi miniatur sepeda motor lintas zaman.

Angga yang tinggal di Kampung Mageung, Desa Sirnasari, Kecamatan Sariwangi, membuat replika motor dengan panjang sekitar 10 sentimeter dan tinggi 5 sentimeter. Miniatur tersebut awalnya hanya dibuat untuk memenuhi keinginannya yang tidak bisa membeli motor asli.

Sejak dulu, Angga mengidamkan memiliki sebuah motor klasik dengan merek BMW. Namun lantaran berasal dari keluarga kurang mampu, ia hanya bisa menyimpan mimpinya itu.

Setelah lulus sekolah di tahun 2009, ia mulai mencoba mewujudkan mimpinya. Bukan dengan membeli sepeda motor sungguhan, namun mengeluarkan unek-uneknya dengan membuat miniatur motor. Modalnya hanya barang-barang bekas yang ada di rumahnya.

"Dari dulu saya memang suka motor klasik. Karena tidak punya uang, jadi ya saya buat miniaturnya. Tapi di 2013 saya kenal media sosial Facebook. Saya iseng mengunggah miniatur itu di sana. Ternyata banyak teman yang suka dan memesan. Sekarang menjadi sumber penghasilan saya," ujarnya, Senin (6/7).

Seluruh miniatur sepeda motor yang dibuatnya terbuat dari sampah, atau barang-barang yang tidak lagi terpakai seperti paralon, karet, korek gas hingga kawat. Sampah-sampah tersebut kemudian dibentuk sedemikian rupa menjadi bagian-bagian sepeda motor, mulai dari body hingga mesin lalu disusun menjadi sepeda motor utuh dan dicat sebagai tahapan akhirnya.

miniatur sepeda motor berbahan sampah

©2020 Merdeka.com

1 dari 2 halaman

Berkreasi dengan Sampah

Dia menjelaskan, tujuan utamanya membuat miniatur adalah berkreasi dengan sampah. Meski sedikit, menurut dia, kegiatan yang dilakukannya itu paling tidak dapat mengurangi sampah.

Satu miniatur motor berbahan sampah itu dihargai Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu. "Kalau harga gimana pesanannya. Saya juga tidak memasang harga kalau saya posting di facebook sebetulnya. Biarkan saja pembeli yang memberikan harga yang layak. Sampai ada miniatur motor yang saya buat dihargai Rp 1 juta lebih," katanya.

miniatur sepeda motor berbahan sampah

©2020 Merdeka.com

Ia menceritakan, momen itu terjadi ketika temannya memesan miniatur motor Suzuki TS 125. Setelah motornya hampir jadi, rupanya temannya itu membatalkannya karena satu alasan. Ia pun kemudian mengunggah foto miniatur motornya di media sosial.

Saat itu, Angga mengaku tidak menyangka ada yang minat. Saat itu ia tidak membuka harga, namun mempersilakan yang berminat menaksir harga yang layak. "Akhirnya dibeli jadi Rp 1 juta lebih sama orang dari Sulawesi Tenggara," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Gencar Promosi

Tidak hanya mengandalkan media sosial, Angga juga sempat beberapa kali ikut pameran. Biasanya ia diajak oleh dinas atau komunitas untuk pameran. Ketika pameran, pernah ada beberapa orang pejabat dari Malaysia yang melihat hasil kerajinannya itu. Akhirnya, pejabat-pejabat dari Negeri Jiran itu memboyong empat buah hasil kerajinannya.

Jika ramai, dalam satu bulan Angga bisa menerima empat sampai lima pesanan miniatur sepeda motor. Namun biasanya, dalam sebulan hanya ada satu-dua pesanan yang didapatnya. Ia mengatakan, para pemesan umumnya mendapatkan informasi tentang miniatur motor melalui akun Facebook dan Instagram.

Ia mengaku memang banyak membuat miniatur motor sesuai pesanan. Namun tidak jarang juga ia berkreasi, lalu mengunggahnya di media sosial. Setiap bulannya, ia bersyukur selalu saja ada pemesan. "Memang kadang ada banyak, kadang cuma satu yang terjual. Alhamdulillah ada rezekinya untuk saya dan istri," akunya.

miniatur sepeda motor berbahan sampah

©2020 Merdeka.com

Untuk menjadikan barang bekas menjadi miniatur motor, diakui Angga bukan perkara yang mudah. Satu miniatur motor setidaknya harus diselesaikan dalam satu pekan. Prosesnya sendiri mulai dari mencari model hingga membuat sketsa.

Saat sudah diketahui, lanjutnya, ia kemudian mengumpulkan barang-barang bekas yang dibutuhkan. Lalu sampah tersebut dibentuk secara manual menggunakan gunting, solder, pisau, amplas dan gerinda yang dibuatnya dari bekas blender. Bagian-bagian itu kemudian disusun menjadi sepeda motor. Setelah itu, motor yang telah terbentuk dicat untuk penyelesaian akhir.

"Sampah apapun sebetulnya bisa dibentuk untuk membuat miniatur motor. Kalau saya biasanya membuat miniatur motor dari sampah yang ada di rumah. Kalau kekurangan bahan, saya cari di luar atau pengepul," jelasnya.

Angga mengaku akan terus berkarya membuat miniatur motor bahkan yang lainnya dari bahan dasar sampah. Ia mengaku ingin berkontribusi mengurangi sampah, walau sedikit. "Saya mau mencontohkan kalau sampah ini masih bisa berguna," tutupnya. [cob]

Baca juga:
Inspiratif, Pemulung di Depok Ini Iuran Beri Sembako ke Masyarakat Terdampak Covid
Pria Ini Gratiskan Makanan Setiap Hari untuk Semua Orang, Alasannya Bikin Haru
Kisah Jos Orange, Mantan Office Boy yang Kini Miliki 5 Perusahaan
Bikin Haru, Kisah Penjual Keset Rawat 130 Anak Asuh di Bandung
Mengharukan, Gelandangan Ini Sumbangkan Seluruh Tabungannya Sebelum Meninggal

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini