Karutan Soppeng bantah pesta miras bareng 17 napi, cuma bakar ikan

Selasa, 20 September 2016 11:28 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Karutan Soppeng bantah pesta miras bareng 17 napi, cuma bakar ikan Miras Karutan Soppeng. ©2016 Dok. Polres Soppeng

Merdeka.com - Kepala Rutan Kelas II B Soppeng, Irpan (bukan Irfan) membantah disebut ramai-ramai menikmati minuman keras (miras) berupa bir dan ballo, sejenis miras tradisional bersama 17 narapidana yang diajaknya keluar refreshing di Lejja, lokasi wisata permandian air panas, Sabtu (17/9).

"Tidak ada miras karena yang kita bawa ke Lejja itu hanya ikan yang kemudian kita bakar-bakar difasilitasi oleh teman dari BKSDA," kata Irpan yang dikonfirmasi via ponsel Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM, Sahabuddin Kilkoda, Selasa (20/9).

Dia juga membantah bersama para narapidana itu masuk hotel. Yang sebenarnya, kata Irpan, dia dan para narapidana dan lima petugas Rutan itu hanyalah di teras Hotel Hataka, Lejja. Di teras itulah acara bakar-bakar ikannya difasilitasi seorang teman dari BKSDA.

Sementara itu, Kapolres Soppeng, AKBP Dodied Prasetyo Aji yang juga dikonfirmasi menjelaskan, saat menemukan dan mengamankan para narapidana itu bersama Kepala Rutan, Irpan itu di hotel terdapat sejumlah botol bir dan ballo atau miras tradisional. Mereka minum miras sembari karaoke.

Mereka diamankan pukul 00.00 Wita atau Minggu dini hari, (19/9) berikut barang bukti mirasnya. Dibuktikan pula foto-foto lengkap dengan mirasnya itu.

Adapun para narapidana yang diamankan itu, kata AKBP Dodied Prasetyo Aji, ada 11 nama yang tercatat dari 17 total napi yang dibawa keluar. Masing-masing Ongge, Kamal, Ardi, Nur Alim masing-masing narapidana kasus narkoba yang diamankan di lokasi pemandian air panas Lejja.

Lalu yang diamankan di Hotel Hataka, Lejja dalam acara karaoke sembari nenggak miras adalah narapidana bernama Nur Anti dan Kondong, keduanya napi kasus pembunuhan, lalu ada Sunarto, Umar, Muhammad Terbit dan Nongkeng yang masing-masing narapidana kasus narkoba, Anto kasus bawa lari anak di bawah umur.

Dodied menambahkan, setelah meminta Kepala Rutan dan para narapidana itu kembali ke rutan, pihaknya melapor ke Polda Sulsel ditembuskan ke Kakanwil Kemenkum HAM.

Namun Kakanwil Kemenkum HAM, Sahabuddin Kilkoda saat dikonfirmasi balik mengaku hingga Selasa pagi ini, (20/9), tembusan laporan dari Kapolres Soppeng itu belum diterima. Dan dia menindaklanjuti masalah narapidana dibawa jalan-jalan itu karena mendapat informasi dari media dan hari ini pihaknya langsung memerintahkan kepala Rutan, Irpan ke Makassar. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini