Karhutla di Sepaku, Bupati Bantah Warga Sengaja Membakar karena Ingin Menjual Lahan

Selasa, 3 September 2019 17:10 Reporter : Saud Rosadi
Karhutla di Sepaku, Bupati Bantah Warga Sengaja Membakar karena Ingin Menjual Lahan Kebakaran lahan di Sepaku. ©BPBD Penajam Paser Utara

Merdeka.com - Tiga hektare lahan kebun sawit, sengon dan semak belukar di Desa Bukit Raya, Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Senin (2/9) malam, hangus terbakar. Pemkab PPU menepis warga Sepaku sengaja membakar lahan untuk dijual terkait kabar lokasi ibu kota negara (IKN) di Sepaku.

Kebakaran lahan yang terjadi di PPU sejauh ini belum menjadi persoalan krusial. Di tengah musim kemarau saat ini, tidak sedikit petani membakar lahan miliknya sendiri.

"Karena dia (warga) membakar lahannya sendiri. Meratakan lahan, mungkin tujuannya mempercantik. Wajar, kan yang punya lahan dia," kata Bupati PPU Abdul Gafur Mas'ud, dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (3/9).

Gafur menerangkan, saat ini intensitas hujan sangat minim, bahkan cuaca panas sangat terik. "Biasanya petani di PPU, kalau lagi cuaca cerah seperti ini, salah satu trik mereka selain memotong (ranting/batang pohon kering), timbunan dari potongan itu kan mereka bakar," ujar Gafur.

"Mungkin ada yang ingin dibuat di lahan itu. Kalau kami, tidak khawatir karena itu sudah biasa. Se-Kaltim juga ada seperti itu," tambahnya.

Gafur juga menepis warganya membakar lahan untuk dijual. Mengingat Sepaku, disebut sebagai kawasan pembangunan IKN. "Bukan seperti itu," tegas Gafur.

Kendati demikian, Gafur memastikan dia telah menginstruksikan Camat dan Lurah, serta BPD (Badan Pembangunan Desa), untuk terus mensosialisasikan bahaya membakar lahan. "Terus disosialisasikan. Kalau bakar lahan bisa berdampak negatif karena lahan di sebelahnya, bisa ikut terbakar," ungkap Gafur.

Diketahui, 3 hektare lahan perkebunan dan semak belukar, di Desa Bukit Raya, kecamatan Sepaku, di kabupaten PPU, Senin (2/9) malam, terbakar. Sepaku sendiri, disebut kawasan bakal calon ibu kota baru, selain Samboja di Kutai Kartanegara. Kobaran api diketahui sejak sore, namun baru bisa dipadamkan sekira pukul 22.00 Wita.

Tiga hektare lahan kebun sawit, sengon dan semak belukar, dan karet, hangus terbakar. "Di Desa Bukit Raya banyak sawit dan sengon. Juga sebagian sawah. Tidak, tidak ada (warga sengaja bakar lahan untuk perataan lahan lalu dijual). Memang kegiatan masyarakat seperti itu di halamannya," tutup Gafur. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini