Kapolsek di Kutai Barat yang Cabuli Anak Bawah Umur Ditahan di Polda

Rabu, 13 November 2019 13:43 Reporter : Saud Rosadi
Kapolsek di Kutai Barat yang Cabuli Anak Bawah Umur Ditahan di Polda Garis polisi. Liputan6

Merdeka.com - Terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur berinisial Sy, salah satu Kapolsek di Kutai Barat, Kalimantan Timur berpangkat Inspektur Satu, ditahan di Mapolda Kaltim. Polisi memastikan tidak tebang pilih menangani kasus itu.

"Ditangani Propam. Yang bersangkutan jalani peraturan disiplin, iya sidang disiplin. Tentunya dilakukan penahanan. Kurungan, putusannya begitu," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Ade Yaya Suryana, dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (13/11).

Ade menegaskan, Polri tidak tebang pilih dalam menangani kasus dugaan pencabulan yang dilakukan Iptu Sy. "Polisi itu kan, selain punya aturan disiplin sendiri, juga tunduk pada aturan pidana umum," ujarnya.

"Saya kira, tunggu saja proses itu di pengadilan (persidangan umum). Polri tidak akan mentolerir terhadap perbuatan-perbuatan, yang melanggar hukum," tegas Ade.

Iptu Sy sendiri, saat ini sedang menjalani 2 proses hukum baik secara profesi, maupun pidana umum. "Proses pidana umum, dilakukan penyidik Reskrim. Siapapun, tetap diproses sesuai aturan berlaku," pungkas Ade.

1 dari 1 halaman

Dicabuli Usai Salat Zuhur

Iptu Sy dilaporkan orangtua korban, ke Polres Kutai Barat, 22 Agustus 2019 lalu. Dua hari sebelumnya, orangtua korban memergoki putrinya di ruang tamu rumah Iptu Sy yang saat itu menjabat sebagai Kapolsek, sedang dicabuli pelaku, usai korban salat Zuhur. Saat ditanya sang ibu, korban mengaku sebelumnya juga mengalami kejadian serupa. Namun demikian, hingga saat ini, Iptu Sy tak kunjung menjalani persidangan.

Wakapolres Kutai Barat Kompol Sukarman, membenarkan kejadian itu. Menurut dia, kasus itu sudah P21. Namun demikian, Sukarman enggan menjawab panjang lebar. Saat ditanya, apakah benar Iptu Sy menjalani penahanan di Polda Kaltim, Sukarman bertanya balik.

"Anda dapat berita darimana? Saya juga perlu tahu. Kalau sudah P21 itu, berarti apa yang anda dengar, anda tahu, silakan diterjemahkan sendiri," kata Sukarman, dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (12/11) sore. [rnd]

Baca juga:
Anak Dicabuli Kapolsek di Kutai Barat, Orang Tua Mengaku Ditawari Uang Damai
Perwira Polisi di Kutai Barat Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur
Baru Kenalan di Facebook, Pria di Malang Paksa Cewek ABG Hubungan Badan di Villa
Hilang 2 Hari, Siswi SMP di Ponorogo Ditemukan Menginap Bareng Kenalan di Hotel
Polisi Menduga Korban Pencabulan Guru SD di OKI Masih Banyak
Guru di OKI Cabuli 9 Siswi SD, Modus Beri Tugas dan Ancam Tak Naik Kelas

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini