Kapolri: Terorisme di Indonesia dipengaruhi teroris luar negeri

Kamis, 27 September 2018 15:36 Reporter : Adi Nugroho
Kapolri: Terorisme di Indonesia dipengaruhi teroris luar negeri jokowi pantau lokasi bom surabaya. ©2018 Merdeka.com/Titin Supriatin

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan bahwa ancaman teror di Indonesia dominan dipengaruhi dinamika terorisme di luar negeri khususnya Syiria dan Afganistan.

"Sehingga kelompok-kelompok yang dulunya mereka menganut ideologi di Indonesia mendapat udara baru," kata Tito di Universitas Bhayangkara, Bekasi, Kamis (27/9).

Polri, kata dia, membagi dua dua kelompok terorisme di Indonesia yang berafiliasi ke teroris di luar negeri. Di antaranya Jamaah Islamiyah (JI) yang berafiliasi ke kelompok Al Kaidah di Afganistan, dan Jamaah Ansarut Tauhid (JAD) yang berafiliasi kepada ISIS di Syiria.

"Sekarang yang lebih banyak bermain adalah kelompok JAD yang berafiliasi ISIS," kata mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Ia menyebutkan, ada dua cara menangani terorisme di Indonesia yaitu menggunakan cara keras melalui penegakan hukum, dan menggunakan cara lembut melalui pembinaan atau deradikalisasi.

"Penegakan hukum harus ada empat syarat, diantaranya kemampuan diteksi, pengananan penyelidikan secara ilmiah karena harus dibawa ke pengadilan, kemampuang straight edge yang bisa beroperasi di segala medan baik di perkotaan maupun dipegunungan, dan undang-undang yang kuat," kata dia.

Sedangkan cara lembut, Tito menyebut yaitu membentuk ideologi terorisme melalui deradikalisasi, kontra radikalisasi, kontra ideologi, program untuk menangani jaringan sistem internet yang digunakan kelompok-kelompok itu, dan menangani permasalahan-permasalahan lokal yang membuat ideologi ini berkembang. [rhm]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini