Kapolri: 11 Personel Tembak Gas Air Mata ke Tribun & Lapangan Stadion Kanjuruhan

Kamis, 6 Oktober 2022 20:29 Reporter : Henny Rachma Sari, Darmadi Sasongko
Kapolri: 11 Personel Tembak Gas Air Mata ke Tribun & Lapangan Stadion Kanjuruhan Suasana kericuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. ©2022 REUTERS TV

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap hasil investigasi Tragedi Kanjuruhan laga Arema FC vs Persebaya. Hasilnya, ada 11 personel yang menembakkan gas air mata untuk menghalau massa.

"Terdapat 11 personel yang tembakan gas air mata. Ke tribun selatan 7 tembakan, tribun utara 1 tembakan dan ke lapangan 3 tembakan," kata Kapolri saat jumpa pers di Malang, Jawa Timur, Kamis (6/10).

Akibat tembakan gas air mata itulah, penonton di Stadion Kanjuruhan menjadi kocar kacir. Tak terkendali dan berebut menuju pintu keluar.

"Tentulah ini yang kemudian mengakibatkan para penonton terutama yang berada di tribun ditembakan tersebut panik. Merasa pedih dan kemudian berusaha segera meninggalkan arena," ungkapnya.

Namun, di satu sisi tembakan gas air mata itu dimaksudkan untuk mencegah penonton turun ke lapangan.

"Di satu sisi tembakan tersebut untuk mencegah penonton yang kemudian turun ke lapangan untuk bisa dicegah," bebernya.

Sementara itu, total 6 orang ditetapkan tersangka Tragedi Kanjuruhan.

2 dari 2 halaman

Berikut peran 6 para tersangka:

1. IR AHL, Dirut PT LIB bertanggungjawab setiap stadion memiliki sertifikasi dan layak fungsi. Namun stadion Kanjuruhan dianggap belum diverifikasi oleh PT LIB. PT LIB melakukan verifikasi stadion para tahun 2020.

2 AH, ketua panitia penyelenggara. Tidak buat dokumen keselamatan dan keamanan. Panitia penyelenggara wajib buat panduan keselamatan dan keamanan,

Kemudian, mengabaikan permintaan keamanan. Lalu terjadi penjualan tiket overcapacity, harusnya 38 ribu dijual 42 ribu.

3. SS, selaku Security officer, kondisi pintu tidak semuanya terbuka. Harusnya, lima menit sebelum pertandingan usai, seluruh pintu dibuka. Ini yang sebabkan penonton berdesakan.

4. Wahyu SS, selaku kabagops Polres Malang, Yang bersangkutan mengetahui adanya aturan FIFA tentang larangan penggunaan gas air mata. Namun yang bersangkutan tidak mencegah atau melarang pemakaian gas air mata.

5. H, memerintahkan anggota Polri melakukan penembakan gas air mata.

6. TSA Kasat Samapta Polres Malang, memerintahkan anggota melakukan penembakan gas air mata. [rhm]

Baca juga:
Tragedi Kanjuruhan: 20 Polisi Diproses Etik, 3 Perintahkan Tembak Gas Air Mata
Penanganan Korban Kanjuruhan, Menko PMK: Tidak Ada Pungutan Semua Gratis
Insiden Kanjuruhan, Menko PMK Ingin Trauma Healing Tidak Cuma Bagi Korban Cidera
PSSI: FIFA Tidak Bicara Sanksi Sama Sekali Soal Tragedi Kanjuruhan
Wonderkid Persebaya, Marselino Ferdinan Ceritakan Malam Kelam di Stadion Kanjuruhan
Temuan Komnas HAM: Ada Indikasi Pelanggaran HAM di Tragedi Kanjuruhan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini