Kapolri Sebut Penyerang Polisi di Polsek Wonokromo Terindikasi Jaringan JAD

Senin, 19 Agustus 2019 14:48 Reporter : Erwin Yohanes
Kapolri Sebut Penyerang Polisi di Polsek Wonokromo Terindikasi Jaringan JAD Kapolri Tito jenguk Korban Teror di Surabaya. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Untuk menguak teror di Surabaya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengaku sudah meminta pada Densus 88 anti teror Mabes Polri dan Polda Jatim untuk bergabung mengembangkan jaringan tersangka. Sebab, tersangka terindikasi sebagai pendukung dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Indikasi ini disampaikan oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Ia menyatakan, dari penyidikan sementara, pelaku serangan polisi di Polsek Wonokromo pada Sabtu (17/8) lalu, terindikasi sebagai pendukung kelompok JAD. Untuk itu, ia pun meminta pada Densus 88 dan Polda Jatim untuk bergabung mengembangkan penyidikan jaringan tersebut.

"Pelaku terorisme sudah ditangkap saat itu juga. Saya sudah minta Densus 88 dan Polda Jatim bergabung untuk mengembangkan jaringannya. Saat ini kita identifikasi yang bersangkutan terkait pendukung JAD. Sehingga saya minta jaringannya kejar dan tangkap," tegasnya, Senin (19/8).

Soal jaringan JAD di Jawa Timur, Kapolri menyatakan jika jaringan tersebut masih ada. Ia menegaskan, jika jaringan itu berkaitan dengan jaringan yang melakukan pemboman di gereja-gereja di Surabaya beberapa tahun lalu.

"Ada (jaringan JAD) tapi kita tidak perlu sebutkan. Karena nanti jaringan ini tahu. Yang jelas ada masih berkaitan dengan jaringan yang ada di bom gereja. mungkin teman-teman masih ingat. Masih ada pendukungnya dan akan kita kejar terus," tambahnya.

Kapolri menambahkan, soal insiden teror di Surabaya pihaknya juga menengarai adanya campuran self radicalism. Sebab, tersangka diketahui belajar dari online. Namun demikian, ia juga ditengarai belajar dengan jaringan orang per orang.

"Ada campuran antara self radicalism belajar dari online. Tapi juga dia bergabung dengan jaringan orang per orang. Detailnya kita akan jelaskan setelah pengembangan," katanya.

Soal anak dan istri pelaku yang sempat diamankan? Kapolri menjelaskan, jika saat ini masih dilakukan pendalaman. Ia pun menjanjikan merilisnya jika sudah terungkap semua.

"Anak bersangkutan, ada yang sudah bekerja ada yang masih sekolah. Yang satu lagi hafiz Alquran. Nanti setelah didalami semua, kalau sudah terungkap, akan ada rilis tersendiri," tegasnya.

Sementara itu, terkait dengan anggota Kepolisian yang terluka akibat teror tersebut, Kapolri menyatakan akan berikan penghargaan khusus, berupa kenaikan pangkat luar biasa. [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini