Kapolri Sebut Deputi Penindakan KPK Ditarik ke Polri Bagian Penyegaran

Selasa, 25 Juni 2019 09:51 Reporter : Merdeka
Kapolri Sebut Deputi Penindakan KPK Ditarik ke Polri Bagian Penyegaran Irjen Firli. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut penarikan Irjen Firli dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi ke Polri bagian dari penyegaran di lingkungan Korps Bhayangkara. Tito mengibaratkan penarikan Firli dari sebelumnya menjabat Deputi Penindakan KPK menjadi Kapolda Sumatera Selatan seperti gerbong kereta.

"Saya kira upacara seperti ini rutin di lingkungan Mabes Polri sekaligus menyegarkan organisasi kita. Organisasi kita ibaratkan kereta api, gerbongnya harus bergerak," ujar Tito di Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (25/6).

Sebelumnya, Irjen Firli merupakan Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Irjen Firli ditarik dari lembaga antirasuah kembali ke Polri demi penyegaran di Korps Bhayangkara tersebut.

Mutasi di tubuh Kepolisian ini, dikeluarkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan TR nomor ST/1590/VI/KEP/2019 yang dikeluarkan, Kamis 20 Mei 2019 kemarin.

Nama Irjen Firli sempat mencuat pada September 2018 lalu karena tersebarnya foto-foto dirinya sedang bermain tenis dalam acara tenis Danrem 162/WB di lapangan tenis Wira Bhakti, Gebang pada Sabtu-Minggu 12-13 Mei 2018.

Permainan tenis itu juga dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) saat itu Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi yang pada bulan yang sama dimintai keterangan oleh tim penyelidik KPK mengenai dugaan korupsi divestasi dan penjualan saham pemerintah daerah NTB di Newmont. TGB diduga menampung dana di rekening pribadi dan istrinya pada periode 2009-2013.

Firli memang pernah menjadi Kapolda NTB pada Februari 2017 sampai April 2018. Padahal dalam pasal 66 UU 30 tahun 2002 tentang KPK, pegawai KPK yang mengadakan hubungan langsung atau tidak langsung dengan tersangka atau pihak lain yang terkait dengan perkara tindak pidana korupsi yang ditangani KPK tanpa alasan yang sah dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun.

Momen tenis tersebut pun sempat memicu keributan internal di KPK. Firli juga sudah diperiksa bagian Pengawasan Internal tetapi sanksi yang dijatuhkan kepadanya belum dijelaskan kepada masyarakat.

TGB sendiri telah mengklarifikasi momen pertemuannya dengan Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen (Pol) Firli. Menurut dia, pertemuan itu dilakukan sebelum pihak KPK meminta keterangannya terkait divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Saat itu TGB mengaku hadir karena memenuhi undangan.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini