Kapolri: Perusuh di Gedung MK harus dihukum

Senin, 18 November 2013 00:01 Reporter : Mustiana Lestari
Kapolri: Perusuh di Gedung MK harus dihukum Sidang di MK rusuh. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Sutarman menegaskan para perusuh di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (14/11) lalu, harus dihukum atas perbuatannya. Saat ini, pihaknya mengaku telah mengamankan 15 orang yang masih berstatus sebagai saksi terkait kasus tersebut.

"Mereka harus bertanggung jawab atas hukum, karena mereka sudah melakukan tindakan perusakan dan anarkis di ruang sidang yang harus dihormati bersama," kata Jenderal Sutarman usai peluncuran buku 'Hoegeng Polisi dan Menteri Teladan' di toko buku Gramedia, Pondok Indah Mal, Jakarta, Minggu (17/11).

Mantan Kabareskrim ini mengatakan, sebelum kericuhan di ruang sidang MK terjadi, pihaknya pernah menawarkan agar MK menambah personel polisi di ruang sidang. Namun, saran tersebut tidak mendapat tanggapan dari MK.

"Saya sudah menawarkan dan lama karena mungkin selama ini MK tidak memprediksi akan seperti itu karena MK ini memutus sengketa, dan sengketa itu tentu ada massa," jelasnya.

Seperti diketahui, saat digelar sidang perselisihan hasil Pilkada Provinsi Maluku Utara di MK, terjadi kerusuhan. Pasca-kejadian, Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan dua tersangka berinisial FS dan MS. Tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang dan barang. [dan]

Baca juga:
Daud Sangadji akui kenal dekat dengan perusuh di MK
Mahfud MD: Saya tak merasa berdosa, hanya menyesal MK terpuruk
Hamdan: Siap berperkara juga harus siap kalah
MK

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Mahkamah Konstitusi
  3. Kapolri Sutarman
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini