Kapolri nilai pertarungan Pileg lebih keras ketimbang Pilpres

Kamis, 13 September 2018 15:12 Reporter : Merdeka
TNI-Polri rakor pengamanan pemilu. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menilai, pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg) memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi ketimbang pemilihan presiden (Pilpres). Persaingan di Pileg akan jauh lebih ketat karena setiap calon ingin menang di daerah pemilihannya masing-masing.

"Karena semua mau survive ingin terpilih. Jadi bertanding di dapil masing-masing dengan calon partai lain. Itu pertarungan keras," ujar Tito usai membuka Rakor Pengamanan Pemilu di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (13/9).

Selain itu, partai politik juga akan berusaha maksimal agar banyak caleg yang menang di Pileg. Sebab, kata Tito, hal tersebut sangat berpengaruh pada lolos atau tidaknya partai politik dalam aturan ambang batas parlemen atau parlementer threshold yang minimum mendapat suara empat persen di tingkat nasional.

"Karena kalau tidak lolos partainya bubar. Oleh karena itu pertarungan ini 2019 tidak fokus hanya Pilpres justru yang kencang nanti," tegas Kapolri.

Bukan itu saja, mantan jenderal bintang empat itu juga menilai, partai politik akan mengerahkan energi lebih untuk kemenangan di Pileg ketimbang Pilpres. Hal itu berbanding terbalik dengan fokus masyarakat pada penyelenggaraan Pemilu 2019.

"Saya lihat parpol akan fokusnya lebih berat ke parlemen threshold dibanding pemenangan pilpres karena ini masalah partai. Kalau publik tertarik ke Pilpres. Tapi kalau parpol ke parlemen," ucap Tito.

Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini