Kapolri Diminta Copot Kapolda Jatim Butut Tragedi Kanjuruhan, Ini Tanggapan Polri

Selasa, 4 Oktober 2022 21:45 Reporter : Bachtiarudin Alam
Kapolri Diminta Copot Kapolda Jatim Butut Tragedi Kanjuruhan, Ini Tanggapan Polri Suasana kericuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. ©2022 AFP

Merdeka.com - Polri angkat bicara terkait desakan publik yang meminta Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta dicopot dari jabatannya buntut tragedi tewasnya ratusan suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan terkait pencopotan sepenuhnya berdasarkan keputusan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sedangkan saat ini Polri masih fokus untuk mengumpulkan bukti terkait insiden tersebut.

"Jadi rekan rekan tim investigasi yang dibentuk oleh Kapolri bekerja semuanya berdasarkan fakta hukum. Kita tidak berandai andai dan tentunya keputusan nanti ada di Bapak Kapolri," kata Dedi kepada wartawan di Jawa Timur, Selasa (4/10).

Sementara untuk wewenangnya, Dedi mengaku, hanya dapat menyampaikan perkembangan penyidikan sesuai data yang didapatnya dari penyidik.

"Kita menyampaikan update dari hasil tim sidik kemudian Propam, Irsus, itu saja yang bisa saya sampaikan," tuturnya.

2 dari 3 halaman

Dalam kasus ini pihak Bareskrim Polri telah memutuskan untuk menaikan perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengenakan pasal kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa.

Adapun pasal yang dipakai yakni Pasal 359 KUHP, “Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling ringan satu tahun.”

Kemudian, Pasal 360 KUHP berbunyi "Barangsiapa karena kesalahannya menyebabkan orang luka berat dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun atau hukuman kurungan selama-lamanya satu tahun."

Sedangkan untuk proses penyidikan sejauh ini total 29 orang dari dari anggota Polri dan juga panitia penyelenggara telah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik dari Bareskrim dan Polda Jatim secara maraton.

3 dari 3 halaman

Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur tercatat telah menewaskan 125 orang, terdiri dari suporter dan dua polisi. Setelah kejadian itu, sorotan terhadap penyelenggaraan hingga pengamanan pertandingan tak kunjung surut.

Sampai untuk proses tindakan saat ini Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengambil langkah untuk mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat yang dicopot dan digantikan oleh AKBP Putu Kholis yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara.

Senada dengan itu, Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Noco Arfinta juga mengambil keputusan mencopot sebanyak sembilan komandan satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Jatim.

Adapun sembilan Komandan Brimob Polda Jatim yang dicopot yakni; Danyon AKBP Agus Waluyo; Danki AKP Has Darman; Danton AKP Nanang; Danton Aiptu Solikin; Danton Aiptu M. Samsul; Danton Aiptu Ari Diyanto; Danki AKP Untung; Danton AKP Danang; Danton AKP Nanang; serta Danton Aiptu Budi. [ded]

Baca juga:
Kompolnas Sebut Eks Kapolres Malang Sedang Amankan Pemain Saat Tembakan Gas Air Mata
Saling Lempar soal Penggunaan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan
Media Asing Soroti Tragedi Kanjuruhan, Kritik Tajam Polisi Indonesia
PSSI Ungkap Sejumlah Kelalaian Panitia Pelaksana dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan
Kandungan Kimia dalam Gas Air Mata yang Dampaknya Fatal
Menpora Pastikan TGIPF Berpihak pada Korban Tragedi Kanjuruhan
Kapolri Copot Kapolres Malang, Ahmad Sahroni: Usut Terus Tragedi Stadion Kanjuruhan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini