Kapolri: Bedakan Massa Aksi Damai di Bawaslu dengan Kelompok Bayaran Pembuat Rusuh

Rabu, 22 Mei 2019 14:35 Reporter : Merdeka
Kapolri: Bedakan Massa Aksi Damai di Bawaslu dengan Kelompok Bayaran Pembuat Rusuh Apel Kesiapan Natal. ©2018 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan pendemo di depan Bawaslu dan massa yang menciptakan kericuhan adalah kelompok berbeda. Mereka yang ditengarai kelompok bayaran memang ditugaskan untuk membuat onar.

"Bedakan peristiwa tadi malam, penanganan aksi unjuk rasa dilakukan dengan cara damai. Kita lihat bisa diajak bicara, kooperatif. Selesai jam 9 yang datang bukan pengunjuk rasa," kata Tito saat jumpa pers di Kemenko Polhukam, Rabu (22/5).

"Mereka anarkis, menyerang. Mereka menciptakan kerusuhan dan kejahatan, kriminal menyerang petugas, membakar, ini beda," tambahnya.

Dia berharap publik tidak mem-framing isu berkembang ada aksi damai kemudian dibubarkan dengan langkah-langkah represif polisi dibantu aparat TNI.

"Dua segmen berbeda, segmen pertama aksi damai diakomodir selesai baik sama-sama salat dengan petugas. Kedua adalah aksi anarkis oleh kelompok orang menyerang. Sengaja ciptakan kerusuhan, anggota juga ada terluka terkena batu, mirip panah," tuturnya.

Seperti diketahui, aksi di depan Bawaslu berlangsung aman, massa pun membubarkan diri pada Selasa (21/5) malam. Namun tiba-tiba datang sekelompok anak muda bertato diduga bayaran melakukan provokasi. Bentrokan pun tak dapat dihindarkan.

Setelah dipecah, ketegangan kembali terjadi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Massa melempari polisi dengan batu, botol dan petasan. Tak berhenti di situ massa lain juga membuat kekacauan di Jalan KS Tubun Slipi, Palmerah, Jakarta Barat. Di sana massa menyerang asrama Polri. Sejumlah kendaraan dibakar. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini