Kapolres Bogor: Kasus Habib Rizieq dan RS Ummi Pidana Murni, Tak Bisa Dicabut

Senin, 30 November 2020 14:41 Reporter : Rasyid Ali
Kapolres Bogor: Kasus Habib Rizieq dan RS Ummi Pidana Murni, Tak Bisa Dicabut Imam Besar FPI Rizieq Shihab Tiba di Petamburan. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kapolresta Bogor Kota, Kombes Hendri Fiuser menegaskan, kasus RS Ummi dan Habib Rizieq Syihab merupakan tindak pidana murni. Meskipun Satgas Covid-19 mencabut laporan, proses hukum akan tetap berlanjut.

"Tidak bisa. Ini bukan delik aduan. Ini pidana murni. Kalau pidana murni tidak bisa dicabut. Pidana murni terkait Undang-Undang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular. Ancamannya satu tahun," kata Hendri, Senin (30/11).

Kata Hendri, hingga siang tadi, pihaknya telah memanggil tiga orang saksi. Terdiri dari Satgas Covid-19 Kota Bogor, MER-C hingga jajaran direksi RS Ummi Kota Bogor.

"Keluarga (habib) sudah sudah kami panggil kemarin," katanya.

"Intinya, Pak Wali Kota melaporkan bukan atas nama sendiri. Tapi satgas yang artinya pemerintah. (Habib) juga kita sudah layangkan pemanggilan," katanya.

Sementara, Head of Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad menjelaskan, dirinya datang ke Mapolresta Bogor Kota untuk memenuhi undangan wawancara dari Polresta Bogor Kota.

"Belum apa wawancaranya. Dipanggil dua orang. Dokter pribadi dan dari MER-C," katanya singkat.

Diketahui, kasus ini bermula saat Rizieq dirawat di RS Ummi dan didampingi oleh MER-C. Pemkot Bogor merasa Habib Rizieq menghalangi kerja Satgas Covid-19 karena tak memberikan hasil swab test kepada Pemda.

Sementara RS Ummi dan MER-C merasa tidak ada kewajiban memberitahukan. Karena riwayat penyakit pasien merupakan rahasia yang dilindungi kode etik kedokteran.

Baca Selanjutnya: Laporan Dicabut...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini