Kapolda Metro Sebut Nakes Bertugas Saat Penyekatan Mudik Sebagai Pahlawan Kemanusiaan

Kamis, 3 Juni 2021 13:42 Reporter : Lia Harahap
Kapolda Metro Sebut Nakes Bertugas Saat Penyekatan Mudik Sebagai Pahlawan Kemanusiaan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran usai razia sahur. ©ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

Merdeka.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menyebut tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas dalam operasi penyekatan mudik dan arus balik Lebaran tahun ini sebagai pahlawan kemanusiaan. Seperti diketahui, pemerintah melarang aktivitas mudik Lebaran untuk mencegah penyebaran kasus Covid-19.

"Anda semua adalah pahlawan kemanusiaan, ucapan terima kasih dan apresiasi serta penghargaan yang setinggi-tingginya atas perjuangan kerja keras dan dedikasi yang telah saudara curahkan dengan penuh keikhlasan dalam Ops Ketupat Jaya 2021," ujar Fadil di Polda Metro Jaya, Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (3/6).

Dalam kesempatan yang sama, Fadil juga memberikan penghargaan kepada 149 tenaga kesehatan yang terdiri dari 88 personel Polda Metro Jaya, 50 personel TNI, dan 11 mitra kesehatan.

Fadil memahami menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan dalam operasi penyekatan mudik dan arus balik tidaklah mudah.

Meski pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik dalam rangka menekan angka penyebaran COVID-19, pada kenyataannya, masih banyak yang tidak mengindahkan larangan mudik dan tetap memaksakan diri untuk pulang ke kampung halaman.

"Saya bisa merasakan kondisi fisik dan kesabaran rekan-rekan nakes dengan menghadapi saudara kita yang mudik dengan berbagai perilaku dan tindakan," ujarnya.

Polda Metro Jaya mencatat sekitar 1,5 juta warga DKI dan sekitarnya yang nekat mudik sehingga berpotensi menimbulkan lonjakan angka COVID-19 pasca Idul Fitri, namun hal itu bisa dicegah berkat berbagai langkah antisipasi dari pihak kepolisian bersama TNI dan pemerintah daerah.

"Namun langkah-langkah yang kita laksanakan tersebut, Alhamdulillah hingga saat ini angka penambahan kasus positif covid-19 di DKI Jakarta dan sekitarnya relatif dapat dikendalikan meski sempat naik namun saat ini sudah menunjukkan adanya perbaikan," kata Fadil.

Secara keseluruhan, Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya dan Pemerintah Daerah berhasil menjaring 933 pemudik yang terindikasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes usap antigen selama arus balik dari titik penyekatan maupun di basis komunitas.

"TNI dan polri merupakan garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19, dengan sinergitas yang dibangun kita berharap ke depan pandemi bisa berakhir dan perekonomian nasional menjadi pulih kembali hingga stabilitas keamanan dapat terus berjalan," pungkasnya. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini