Kapolda Jatim Sebut Saksi Lihat 2 Orang Rusak Tiang Bendera di Asrama Mahasiswa Papua

Rabu, 21 Agustus 2019 15:57 Reporter : Erwin Yohanes
Kapolda Jatim Sebut Saksi Lihat 2 Orang Rusak Tiang Bendera di Asrama Mahasiswa Papua Asrama mahasiswa Papua di Surabaya. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus perusakan tiang berbendera merah putih di asrama mahasiswa Papua menunjukkan titik terang. Polisi mengaku sudah mengetahui siapa yang melakukan perusakan tersebut. Hasil penyelidikan sementara ini diungkapkan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, saat berada di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (21/8).

Polisi sudah memeriksa enam saksi yang melihat perusakan bendera tersebut. Keenam saksi itu, diakuinya berasal dari warga sekitar asrama.

Dia menambahkan, keenam saksi tersebut melihat ada dua orang yang mematahkan tiang bendera. Namun sayang, para saksi tersebut tidak melihat jelas wajah sang perusak.

"Penyidikan kami sudah ada enam orang saksi yang dari luar yang melihat dua orang dari warga Papua, tapi tidak dilihat wajahnya. Dia mematahkan bendera setelah itu masuk ke dalam (asrama), tapi tidak lihat wajahnya, dia tahu orang itu masuk ke dalam (asrama)," ujar Luki Hermawan kepada wartawan.

Dia menambahkan, dari 42 mahasiswa yang berada di asrama saat diperiksa di Polrestabes Surabaya beberapa waktu lalu, hasilnya mereka semua menyatakan tidak ada yang tahu. Sampai saat ini, diakuinya polisi tidak memiliki cukup bukti yang mengarah pada perusak bendera.

"42 (mahasiswa Papua) sudah kami periksa, dituangkan dalam BAP (berita acara pemeriksaan), mereka (menyatakan) tidak tahu. Kami sementara ini masih belum bisa menentukan karena belum cukup bukti, untuk kami proses penyidikan terkait dengan bendera," tegasnya lagi.

Lalu siapa pemasang bendera di area asrama, Kapolda menyatakan, pemasang bendera adalah petugas dari kecamatan. Untuk memasang bendera, mereka sudah meminta izin pada penghuni asrama.

"Pemasang bendera petugas kecamatan, hari itu kan semua rumah wajib memasang bendera. Ada petugas dari kecamatan yang meminta izin pada pemilik asrama, bahkan naik pagar, minta izin pasang di luar pagar, ada videonya, petugas dari trantib. Ini bagus prosesnya memang jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan," bebernya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini