Kapolda Jabar duga mortir di kompleks elite peninggalan Belanda

Jumat, 28 Februari 2014 17:09 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Kapolda Jabar duga mortir di kompleks elite peninggalan Belanda Mortir di kebun kompleks elite Bandung. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Dadi Supriyadi menemukan mortir berukuran panjang 40 cm dengan diameter 12 cm di kompleks elite Citra Green Dago, Kampung Cipicung, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Bandung. Dadi menemukan mortir itu saat menggali tanah untuk memindahkan pohon Cempaka dari tempat sebelumnya.

Kapolda Jabar Irjen Pol Mochamad Iriawan menduga mortir itu peninggalan perang zaman penjajahan Belanda atau Jepang.

"Benda tersebut seperti peninggalan zaman Belanda dan Jepang," kata Iriawan di Bandung, Jumat (28/2).

Iriawan menuturkan, mortir tersebut masih diselidiki unit Jibom Sat Brimob Polda Jabar. "Kita masih harus selidiki apakah itu masih aktif atau tidak," ungkapnya.

Pantauan merdeka.com di lokasi, mortir yang tertimbun tanah berwarna kekuning-kuningan, namun sudah berkarat. Mortir tersebut ditemukan Dadi Supriadi yang telah menggali tanah untuk menanam pohon cempaka. Atas temuan itu polisi pagi tadi sudah memasang garis polisi.

Ketua RW setempat, Iyus Setiawan (44) mengaku tak heran dengan adanya benda-benda yang diduga sudah tertimbun puluhan tahun itu. Pasalnya kebun tersebut dulunya merupakan tempat latihan militer.

"Dulu 2010 saja pernah ditemukan granat di sini," tuturnya. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Granat
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini