Kapal Penyedot Lumpur dan 15 Penyelam Dikerahkan Cari CVR Sriwijaya Air SJ182

Rabu, 3 Maret 2021 10:51 Reporter : Nur Habibie
Kapal Penyedot Lumpur dan 15 Penyelam Dikerahkan Cari CVR Sriwijaya Air SJ182 FDR Blackbox Pesawat Sriwijaya Air SJ182. ©2021 Merdeka.com/Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Pencarian Cockpit Voice Recorder (CVR) milik pesawat Sriwijaya SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1), masih dilakukan. Kapal penyedot lumpur dan penyelam dikerahkan untuk operasi itu.

"(CVR) Masih dicari. Minggu lalu operasi ditunda untuk dievaluasi. Minggu depan akan digunakan kapal penyedot lumpur," kata Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo saat dihubungi merdeka.com, Rabu (3/3).

Dia menyebut, 15 orang penyelam diterjunkan dalam melanjutkan pencarian CVR milik Sriwijaya Air. "Rencana 15 (penyelam), dari TNI AL dan penyelam Kepulauan Seribu," sebutnya.

Para penyelam akan melakukan pencarian setelah alat penyedot lumpur bekerja. "Alat penyedot lumpur saja, pencarian manual dengan penyelam setelah lumpur dipindah," jelasnya.

Lokasi atau titik pencarian CVR, papar Nurcahyo, masih di sekitar lokasi penemuan Flight Data Recorder (FDR) pada 12 Januari 2021. "Lokasi tetap sekitar ditemukan FDR dan bagian-bagian pesawat," paparnya.

Dia menegaskan, pencarian terhadap CVR milik Sriwijaya Air ini akan dilakukan hingga ditemukan. "Ya sampai ketemu," tegasnya.

Pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (9/1). Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri dari 50 penumpang dan 12 orang kru. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini