Kapal Asal Turki Bantu Suplai Listrik ke Daerah Terdampak Badai Seroja di NTT

Rabu, 21 April 2021 13:37 Reporter : Ananias Petrus
Kapal Asal Turki Bantu Suplai Listrik ke Daerah Terdampak Badai Seroja di NTT Kapal pembangkit listrik asal Turki. Istimewa

Merdeka.com - Keberadaan kapal pembangkit listrik Karadeniz Powership Gokhan Bey asal Turki berkapasitas 125 MW yang berada di Bolok, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), membantu suplai listrik di sejumlah lokasi yang terdampak badai Seroja.

"Jadi setelah angin kencang itu, pada Senin (5/4) pukul 23.40 WITA, BTS Telkomsel dan Telkom sudah menyala, dan beberapa rumah sakit menyala itu adalah suplai dari kapal listrik yang ada di Bolok," kata General menajer PT PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko, Rabu (21/4).

Agustinus Jatmiko menceritakan, pertama kali usai cuaca membaik pascaangin kencang pada Minggu (4/4) malam, hal pertama yang dilakukan adalah memeriksa mesin-mesin PLN untuk memastikan tidak ada yang rusak.

"Jadi mereka (kapal listrik) yang pertama kali beroperasi. Karena jalur dari Desa Bolok ke Kecamatan Maulafa ke tempat-tempat BTS Telkom punya itu, adalah jalur-jalur yang sudah kami perbaiki," ungkapnya.

Pihaknya bersyukur karena usai dilakukan pemeriksaan, tidak ada satu pun mesin milik PLN yang rusak, termasuk mesin dari kapal listrik Karpowership yang sudah ada di Bolok sejak akhir tahun 2016 itu.

Melihat betapa pentingnya kapal listrik Karpowership asal Turki di wilayah pulau Timor khususnya Kota Kupang, Wali Kota Kupang Jefry Riwu Koreh menilai bahwa keberadaan kapal yang berada di Desa Bolok sangat membantu masalah kelistrikan di pulau Timor khususnya Kota Kupang usai bencana siklon Seroja yang menerjang daerah itu.

"Keberadaan kapal listrik ini di Bolok membantu sekali terkait kelistrikan di Kotas Kupang khususnya. Saya justru yang mengusulkan pada saat saya masih berada di kursi DPR RI," ujarnya.

Dia menceritakan bahwa pada tahun 2016 lalu, dirinya sering mendapatkan keluhan dari masyarakat soal seringnya pemadaman listrik sampai enam jam.

Jefry kemudian bertemu direktur PLN untuk meminta bantuan, agar ada bantuan kapal listrik di daerah itu sehingga masalah listrik di kota Kupang teratasi.

"Oleh karena itu pada bulan November 2016 kalau tidak salah kapal itu tiba di Kupang. Saya kurang tahu berapa lama kontraknya tetapi saya harap ini bisa diperpanjang kontraknya, mengingat saat ini pascabencana sistem kelistrikan di pulau Timor khususnya kota Kupang masih terganggu," Ungkapnya.

Sementara itu tokoh masyarakat di Kota Kupang Freddy Ongko Saputra menilai bahwa keberadaan kapal listrik di Bolok perlu diperpanjang kontraknya.

"Kita tidak tahu kebutuhan listrik di wilayah pulau Timor mencukupi atau tidak saat ini, apalagi dengan adanya bencana saat ini," tambah dia.

Menurut Freddy, saat ini sejumlah gardu induk serta PLTU di beberapa wilayah di wilayah Kupang belum semuanya selesai dibangun. Selama belum selesai dibangun, menurut dia pemerintah perlu mempertahankan kapal listrik asal Turki itu. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Banjir Bandang NTT
  3. Kupang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini