Kantor Polisi di Maluku Diserang Warga, Mobil Brimob Dirusak Pakai Bom Rakitan

Kamis, 16 Mei 2019 12:58 Reporter : Ya'cob Billiocta
Kantor Polisi di Maluku Diserang Warga, Mobil Brimob Dirusak Pakai Bom Rakitan Ilustrasi garis polisi. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Sejumlah warga melakukan aksi pelemparan dan perusakan Kantor Polisi Sektor Latu, Seram Bagian Barat, Maluku. Peristiwa ini terjadi setelah polisimenangkap KP, tersangka penganiayaan dan pembacokan menggunakan parang terhadap seorang warga hingga tewas.

"KP yang ditahan sejak Rabu, (15/5) sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dari mulutnya muncul beberapa nama terduga lainnya," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat di Ambon, Kamis (16/5). Dikutip dari Antara.

Kasus ini ditangani Polres Seram Bagian Barat, namun satu pelaku yang ditahan sudah diamankan di rumah tahanan negara (Rutan) Polda Maluku dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan.

Menurut Kabid Humas, penangkapan KP selain memancing aksi protes dan berujung perusakan kantor Polsek, warga juga berupaya menghalangi mobil polisi yang mengangkut sejumlah pasukan Brimob dari Polres Maluku Tengah saat memasuki Desa Latu.

"Petugas kami dicegat warga dari arah depan dan belakang mobil, dan mereka diduga menggunakan senjata api serta bom rakitan, sebab pada badan mobil terlihat kerusakan akibat tertembus peluru dan serpihan bom rakitan," jelas Roem Ohoirat.

Sehingga sejumlah aparat Brimob dipimpin AKP Agung Pranajaya hanya bisa bertahan dan mundur sambil melepaskan tembakan perlindungan akibat diserang dari dua arah pada pukul 20.00 WIT.

"Dalam insiden ini dilaporkan ada satu warga yang tewas tertembak dan kami tidak mengelak karena anggota kita di lapangan bersenjata, tetapi ingat kalau masyarakat juga bersenjata dan membawa bom rakitan," jelas Kabid Humas.

Dia juga mengimbau warga Desa Latu yang telah mendapatkan surat panggilan polisi melalui pemerintah desa untuk koopertif dan menyerahkan diri.

"Kalau tidak maka polisi akan menggunakan cara represif dan bertindak lebih tegas terhadap mereka yang telah dipanggil, karena diduga mengetahui peristiwa penganiayaan, apalagi tersangka KP juga telah menyebutkan beberapa nama calon tersangka," tegas Kabid Humas.

Kapolda dan segenap jajarannya juga memberikan jaminan kepada warga yang mau memenuhi panggilan polisi dan tidak akan ada kekerasan terhadap mereka. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Polisi
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini