Kangen Istri, Terdakwa Kasus Suap Jalan Muara Enim Ajukan Tahanan Kota

Senin, 14 September 2020 15:45 Reporter : Irwanto
Kangen Istri, Terdakwa Kasus Suap Jalan Muara Enim Ajukan Tahanan Kota KPK perpanjang masa penahanan Ramlan Suryadi. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim, Sumatera Selatan, Ramlan Suryadi dan Ketua DPRD Muara Enim Aries HB menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi pembangunan 16 proyek jalan di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, Senin (14/9). Keduanya didakwa Pasal 13 huruf H dan Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

Dalam sidang melalui virtual itu, penasihat hukum M Husni Candra mengajukan penangguhan tahanan kota kepada majelis hakim bagi kliennya Ramlan Suryadi. Pengajuan itu dengan alasan terdakwa tak pernah bertemu dengan istri dan keluarganya sejak mendekam di Rumah Tahanan Pakjo Palembang selama empat bulan sepuluh hari.

"Selama ditahan, tidak pernah tatap muka dengan istrinya. Kami harap majelis hakim mengabulkan permohonan menjadi tahanan kota bagi klien kami terdakwa Ramlan Suryadi," ungkap Husni.

Menurut dia, ada aturan larangan dari Rutan untuk tidak menerima kunjungan dari keluarga bagi tahanan sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. "Itu karena kondisi sekarang masih pandemi," kata dia.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Januar Dwi Nugroho menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim untuk menolak atau menerima permohonan terdakwa. Kewenangan berada di tangan majelis hakim karena sudah memasuki masa persidangan.

"Wewenang penuh ada di majelis hakim, bukan di kami lagi," kata dia. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Muara Enim
  3. Kasus Korupsi
  4. Palembang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini