Kampung Narkoba Tangga Buntung yang Digerebek Polisi Dikenal Angker

Minggu, 11 April 2021 16:47 Reporter : Irwanto
Kampung Narkoba Tangga Buntung yang Digerebek Polisi Dikenal Angker Barang Bukti Penggerebekan Kampung Narkoba. ©2021 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Petugas gabungan dari Polda Sumatera Selatan dan Polrestabes Palembang menggerebek kampung narkoba di kawasan Tangga Buntung Palembang, Minggu (11/4) pagi. Sebanyak 65 orang diamankan, termasuk enam diantaranya berjenis kelamin perempuan.

Kasatres Narkoba Polrestabes Palembang AKBP Andi Supriadi mengungkapkan, penggerebekan sudah direncanakan seminggu yang lalu. Pihaknya mengatur strategi agar upaya itu berhasil tanpa membahayakan petugas dan pelaku.

"Sudah kita rencanakan seminggu yang lalu dan akhirnya berhasil," ungkap Andi.

Menurut dia, kampung narkoba Tangga Buntung sejak lama menjadi incaran karena kerap terjadi aksi kejahatan, terutama peredaran narkoba. Tak jarang, warga menyebut daerah itu sebagai kawasan angker.

"Tapi kami terus petakan setiap harinya sampai penggerebekan dilakukan," ujarnya.

Tahun lalu, kata dia, petugas Jatanras Polda Sumsel justru mengalami luka tusukan saat berusaha menangkap pelaku kejahatan di tempat yang sama. Kejadian itu menjadi pelajaran agar penggerebekan membuahkan hasil.

"Memang rumit sekali di lokasi. Dulu saja ada anggota Jatanras yang menangkap pelaku kejahatan ditusuk. Lorong-lorongnya itu sulit sekali kita gambar," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, tim gabungan dari Polda Sumatera Selatan dan Polrestabes Palembang menggerebek kampung narkoba di kawasan Tangga Buntung, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Minggu (11/4). Sebanyak 65 orang diamankan berikut 1,5 kilogram sabu.

Dari banyaknya pelaku, enam orang diantaranya berjenis kelamin perempuan. Polisi juga menyita mercon, senjata tajam, ponsel, dan air keras.

Ratusan olisi menyisir empat lorong di Tangga Buntung, yakni Lorong Manggis, Lorong Gayam, Lorong Masjid, dan Lorong Cek Patah Laut. Sejumlah berada pelaku kabur ke Sungai Musi namun keburu petugas Polair karwna sudah lebih dulu menjaga dari sungai.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri mengungkapkan, penggerebekan dilakukan atas informasi warga yang mengetahui adanya transaksi dan penyalahgunaan narkoba dalam waktu cukup lama dan berkelanjutan di TKP. Hasilnya, cukup mengagetkan karena puluhan orang diamankan.

"Kami amankan 59 orang laki-laki dan 6 perempuan dari TKP, ada juga barang bukti diantaranya 1,5 kilo sabu," ungkap Indra. [did]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Narkoba
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini