Kalapas Sukamiskin Tolak Permohonan Zumi Zola Minta Dirawat di RS Karena Diabetes

Selasa, 18 Desember 2018 17:11 Reporter : Aksara Bebey
Kalapas Sukamiskin Tolak Permohonan Zumi Zola Minta Dirawat di RS Karena Diabetes Sidang lanjutan Zumi Zola. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Mengidap Diabetes, Zumi Zola Minta Perawatan Lebih di Lapas

Terdakwa kasus gratifikasi dan suap DPRD Jambi, Zumi Zola masih menjalani administrasi orientasi (AO), masa pengenalan lingkungan (Mapenaling) di Lapas Sukamiskin. Sebagai penghuni baru, Zumi Zola harus menjalani fase itu.

Kalapas Sukamiskin, Tejo Harwanto mengatakan mapenaling dilaksanakan selama empat hingga tujuh hari sejak Zumi Zola masuk ke Lapas pada Jumat (14/12) malam.

"Tidak bisa dikunjungi dulu. Harus melakukan proses AO, kita lakukan pemeriksaan kesehatan, pemahaman regulasi dan memberitahu peraturan kehidupan di Lapas," katanya saat ditemui di Lapas Sukamiskin, Jalan AH. Nasution, Kota Bandung, Selasa (18/12).

Zumi Zola belum ditempatkan bersama tahanan lain. Selama mapenaling, mantan Gubernur Jambi itu ditahan di ruang tahanan bagian utara bawah. Namun Zumi Zola mengajukan permohonan untuk mendapat perawatan di rumah sakit dengan alasan mempunyai penyakit diabetes.

"Kondisinya (Zumi Zola) sehat, tapi harus mendapatkan perawatan berkaitan dengan diabetes, harus disuntik insulin," kata Tejo.

Karena itu, Zumi Zola mengajukan permohonan mendapat perawatan di rumah sakit. Namun, Tejo menilai penanganan kesehatan cukup dilakukan di poliklinik Lapas.

"Yang bersangkutan minta perawatan kesehatan lebih. Saya bilang, kalau di sini bisa kenapa keluar," ucapnya.

Untuk diketahui, Majelis hakim pada Pengadilan Tipikor menyatakan Zumi Zola terbukti dan meyakinkan menerima gratifikasi dan melakukan suap kepada pimpinan DPRD Jambi. Gratifikasi yang diterima dengan total Rp 40 miliar, USD 177,300, dan SGD 100 ribu selama menjabat sebagai gubernur. Zumi Zola juga dinyatakan memberi suap dengan total Rp 16.490.000.000 kepada pimpinan DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019. Uang suap diberikan Zola terkait ketok palu pembahasan APBD Tahun Anggaran 2017.

Atas dasar itulah majelis hakim menjatuhkan vonis pidana penjara selama 6 tahun dan pidana denda sebesar Rp 500 juta subsider tiga bulan penjara. Hukuman ini lebih ringan dari tuntutan JPU KPK yaitu 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

"Mengadili, menyatakan terdakwa, Zumi Zola Zulkifli, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan kesatu pertama dan dakwaan kedua pertama," kata Hakim Ketua, Yanto saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (6/12).

"Menjatuhkan pidana oleh karenanya terhadap terdakwa Zumi Zola Zulkifli dengan pidana penjara selama enam tahun dan pidana denda sebesar Rp 500 juta, dengan ketentuan apabila denda pidana tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan kurungan selama tiga bulan," lanjutnya.

Selain itu, mantan Bupati Tanjung Jabung Timur ini juga dijatuhi pidana tambahan yaitu pencabutan hak politik selama lima tahun sejak yang bersangkutan selesai menjalani hukuman pidana penjara. "Menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa Zumi Zola Zulkifli berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun sejak terdakwa selesai menjalani pidana pokoknya," kata Yanto.

Hal memberatkan Zumi Zola ialah dinilai tak mendukung program pemberantasan korupsi yang tengah digalakkan pemerintah. Sementara itu beberapa hal meringankan lainnya yaitu telah mengembalikan uang sejumlah Rp 300 juta. Zumi Zola menerima putusan ini. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini