Kakorlantas Polri Klaim penyekatan Pemudik Efektif, Lalu Lintas ke Jawa Landai

Selasa, 11 Mei 2021 16:38 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Kakorlantas Polri Klaim penyekatan Pemudik Efektif, Lalu Lintas ke Jawa Landai Pos penyekatan di Tol Palimanan. ©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono menyampaikan kondisi lalu lintas (lalin) ke arah Jawa terpantau landai dan sepi. Hal ini mengindikasikan adanya penyekatan efektif dalam meminimalisasi mobilisasi masyarakat.

"Saya tadi lihat pantauan di jalan-jalan tol cenderung turun dan landai. Sekarang berada di rest area KM 249 juga cenderung turun dan landai," kata Istiono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta dilansir Antara, Selasa (11/5).

Hari ini Kakorlantas mengecek jalur tol maupun arteri dari Jakarta menuju Semarang, tepatnya di KM 429 Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Istiono, kondisi lalu lintas hanya didominasi oleh angkutan barang maupun logistik. Selebihnya kendaraan pribadi yang memang memiliki kepentingan untuk melakukan perjalanan sebagaimana Surat Edaran Satgas COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021.

"Dominasi kendaraan yang lewat itu didominasi angkutan barang," ujarnya.

Sementara itu, langkah-langkah putarbalik arah kendaraan yang terindikasi mudik untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 hingga hari kelima Operasi Ketupat 2021 mencapai 150 ribu kendaraan.

Istiono juga mengingatkan kepada pemudik yang lolos di penyekatan akan berhadapan dengan pos penyekatan berikutnya. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk lebih baik mengurungkan niat mudik apabila tidak ingin di putarbalik.

"Langkah cara bertindak kita di lapangan adalah kita alirkan supaya diterima oleh pos-pos penyekatan berikutnya yang memang sudah kita bangun berlapis-lapis dari Jakarta sampai Jawa Tengah hingga Jawa Timur," tutur Istiono.

Langkah itu, lanjut Istiono, bagian dari dinamika pelaksanaan Operasi Ketupat 2021 dalam rangka pencegahan mudik

"Itu bagian dari dinamika yang harus kita kelola selama 24 jam guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19 semaksimal mungkin," ujar Istiono. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini