Kak Seto Kutuk Keras Predator Anak WN Prancis Cari Korban di Indonesia

Jumat, 10 Juli 2020 23:02 Reporter : Bachtiarudin Alam
Kak Seto Kutuk Keras Predator Anak WN Prancis Cari Korban di Indonesia Kak Seto. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Psikolog anak Seto Mulyadi atau kerap disapa Kak Seto mengutuk keras pelaku Francois Abello Camille (FAC) alias Frans alias Mister (65) Warga Negara (WN) Prancis atas kasus eksploitasi secara ekonomi dan seksual (Child Sex Groomer) terhadap 305 anak di bawah umur.

"Saya mengutuk keras atas perbuatan yang dilakukan pelaku dari Warga Negara Prancis itu. Kemudian memohon kepada aparat untuk menjatuhkan hukuman berlapis yang seberat-beratnya," ujar Kak Seto saat dihubungi merdeka.com, Jumat (10/7).

Dia menegaskan bahwa apa yang sudah dilakukan oleh pelaku sudah sewajibnya dikenakan hukuman berat, bahkan pidana hukuman mati terhadap pelaku.

"Selain itu, kepada para korban juga harus diberikan perawatan psikologis. Karena sangat berpengaruh pasti terhadap psikologis jiwa anak-anak yang menjadi korban. Maka Kementerian Kesehatan maupun kementerian lainnya bahkan Kedutaan Perancis sendiri harus memberikan perhatian serius terhadap korban," pintanya.

Faktor penting selain tuntutan hukuman terhadap pelaku dan permintaan perlindungan, lanjut Kak Seto, yaitu membangun kepedulian sesama warga dimulai dari tingkat paling bawah seperti Rukun Tetangga (RT).

"Kenapa insiden ini kerap terjadi, karena tidak adanya kepedulian dari warga lingkungan untuk pastikan warga sekitar itu tahu kondisinya pergaulan anak-anak. Jadi perlu adanya seksi perlindungan anak di seluruh daerah," ujarnya.

Kemudian, dia menerangkan, langkah perlindungan pada tingkat RT bisa dimulai dari seksi perlindungan anak di setiap RT. Karena anak-anak sangat rentan mengalami tindakan pelecehan seksual.

"Penting sekali Jakarta ada seksi perlindungan anak, karena tiga wilayah yang sudah ada itu Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Bayuwangi, dan Kabupaten Bengkulu Utara yang seluruh RTnya ada seksi perlindungan anak," sebutnya.

"Ibaratnya perlu orang se kampung untuk mencegah ini. Jadi setiap RT itu kan ada ketua RT maka harus ada saksi pelindungan anak jadi yang intinya untuk memberdayakan masyarakat. Karena suatu tindak kejahatan selain niat jahat dari pelakunya itu karena ada kesempatan," sambungnya.

Sementara itu, Kak Seto turut mengimbau kepada para orang tua untuk jangan takut melapor bila anak-anaknya mengalami insiden pelecehan seksual.

"Anak jangan sampai kita ini dikenal darurat kesehatan seksual, maka aparat dan masyarakat harus saling berkolaborasi dan mengingatkan kepada sesama warga.

"Tolong kepada aparat untuk membuka diri terhadap Laporan masyarakat. karena banyak juga korban yang tidak melapor gitu karena takut," pungkasnya.

2 dari 3 halaman

Kemensos

Sementara itu, Kementerian Sosial menyatakan siap melakukan rehabilitasi sosial kepada 305 anak korban eksploitasi ekonomi dan seksual yang dilakukan FAC, warga negara Prancis.

"Kemensos siap menampung korban apabila diperlukan untuk direhabilitasi sosial di beberapa balai yang ada di sekitar Jakarta," kata Menteri Sosial Juliari P Batubara dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (10/7).

Tentunya jika diberikan mandat untuk melakukan rehabilitasi, kata Juliari, Kemensos siap dengan segala sumber daya yang ada, untuk mendukung selama proses hukum berlangsung serta pemulihan psikososial para korban yang berjumlah 305 anak.

Mensos mengaku sangat prihatin dengan kasus tersebut. Menurut politisi PDIP itu, memang harus ada suatu upaya yang lebih serius dan sinergis antara semua pihak yang terkait, baik dari Kepolisian, Kemensos, Kemen PPA dan masyarakat dalam upaya-upaya pencegahan.

Selain itu, pihaknya juga berharap agar proses hukum berjalan dan tersangka mendapatkan hukuman yang setimpal atas kejahatan yang dilakukan terhadap anak.

3 dari 3 halaman

Pelaku Sudah Ditangkap

Pada pemberitaan sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana mengatakan, aksi tersebut dilakukan oleh WN Prancis di beberapa hotel di Jakarta. Kejadian ini sendiri sudah mulai dilakukan sejak Desember 2019 lalu.

"Pada bulan Desember 2019-Februari 2020 di Hotel Olympic, Jakarta Barat. Bulan Februari-April 2020 di Hotel Luminor, Jakarta Barat dan April-Juni 2020 di Hotel Prinsen Park, Jakarta Barat," katanya di Polda Metro Jaya, Kamis (9/7).

Dia menjelaskan, kasus tersebut terungkap berkat adanya laporan masyarakat terkait pemotretan terhadap anak di bawah umur serta melakukan tindakan pencabulan yang dilakukan oleh Francois di Hotel Prinsen Park Mangga Besar, Jakarta Barat.

"Penyidik mendatangi lokasi Hotel Prinsen Park di Kamar 425. Pada kamar tersebut penyidik mendapati WNA keturunan Prancis kondisi setengah telanjang bersama dengan dua anak perempuan di bawah umur dengan kondisi telanjang dan setengah telanjang," jelasnya.

Nana mengungkapkan, kegiatan pencabulan terhadap anak di bawah umur dengan kedok fotografi tersebut sudah tiga bulan dilakukan di Hotel Prinsen Park, Jakarta Barat. [rhm]

Baca juga:
Polisi Tangkap WN Perancis Cabuli 305 Anak di Bawah Umur
Berkas Perkara Kasus Pemerkosaan Remaja OR Diserahkan ke Kejari Tangsel
Sempat Buron, Pemerkosa Remaja OR di Tangerang Selatan Ditangkap Polisi
Kemen PPPA Desak Petugas P2TP2A di Lampung Timur Perkosa Anak Dihukum Kebiri
Polisi Beri Trauma Healing ke ABG Diperkosa Petugas P2TP2A Lampung Timur
LPSK Berikan Perlindungan 22 Anak Korban Satpam Predator di Pagedangan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini