KAI dirikan Pojok UMKM di stasiun demi bantu ekonomi negeri

Kamis, 13 September 2018 11:48 Reporter : Ayu Miranti
KAI dirikan Pojok UMKM di stasiun demi bantu ekonomi negeri KAI dorong UMKM gerakkan ekonomi negeri. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendirikan Pojok UMKM di Stasiun Gambir Jakarta, Stasiun Tawang Semarang, dan Stasiun Gubeng Surabaya yang merupakan stasiun dengan tingkat kesibukan dan arus penumpang yang tinggi. Berbagai produk dipasarkan di pojok ini terutama aneka kuliner. Di samping itu, dengan penyediaan tempat yg sangat strategis dan nyaman, akan membuat pengguna jasa transportasi kereta api bisa menikmati menu makanan dan minuman sambil menunggu keberangkatan/kedatangan kereta api.

Inovasi yang dibuat oleh KAI ini ternyata bukan tanpa alasan. Selain untuk memudahkan penumpang untuk memenuhi kebutuhannya saat berada di stasiun, tapi juga ingin membantu ekonomi negeri lewatUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Keberadaan UMKM di Indonesia saat ini sangat besar peranannya. Roda ekonomi Indonesia banyak digerakkan oleh UMKM. Hadirnya berbagai platform e-commerce dinilai sangat membantu para pelaku UMKM dalam memasarkan hasil produksinya. Selain cepat dan mudah, e-commerce membantu para pelaku UMKM berhemat dalam berbagai aspek, salah satunya prasarana seperti gedung atau kantor serta sumber daya manusia (SDM).

Dalam suasana perekonomian global yang selalu dinamis saat ini, UMKM menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Hal ini ditunjukkan dengan kian hari kian maraknya perusahaan start-up atau perusahaan rintisan yang bermunculan. Tak hanya pihak perbankan, berbagai perusahaan-perusahaan baik swasta maupun BUMN pun sudah bertahun-tahun ikut mendorong pengembangan UMKM di Indonesia.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) misalnya, hingga akhir tahun 2017, perseroan memiliki 2.009 mitra binaan, bertambah 234 mitra binaan dari 1.775 unit mitra binaan pada tahun 2016. Realisasi dana disalurkan tahun 2017 sebesar Rp9,96 miliar untuk 7 sektor usaha di 9 daerah operasional (Daop) di Jawa, 3 divisi regional (Divre) dan 3 Sub Divre di Sumatera.

Belum lama ini, tepatnya pada Jumat, 7 September 2018 lalu, KAI melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR), melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang dilaksanakan di Daop 3 Cirebon. KAI menyalurkan pinjaman dana kemitraan sebesar total Rp 1 Milyar kepada Kelompok Usaha Jangkrik Trus Jaya dan Kelompok usaha Sapi Perah Muda Berkarya, yang tujuannya untuk memperkuat Perekonomian UMKM.

“Masyarakat kita punya daya juang dan inovasi yang besar. Peran KAI hadir sebagai pendorong agar para pelaku UMKM di Indonesia dapat memperkuat perkenomian bangsa. KAI juga mendorong agar produk-produk lokal hasil karya anak bangsa pun dapat bersaing dan makin diakui. KAI tak hanya memberikan bantuan dana kemitraan, kita juga memberikan capacity building seperti pembinaan, pelatihan, dan memberikan ruang agar produk-produk UMKM binaan KAI makin dikenal dan dipasarkan lebih luas lagi. Kami juga gencar mengikutsertakan para mitra binaan berbagai pameran UMKM dan bazaar yang diadakan di berbagai daerah, bahkan ke negara tetangga seperti Malaysia,” ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro.

KAI juga kerap melibatkan para UMKM binaannya dalam acara atau program kerja korporat. Seperti saat peresmian perpanjangan relasi KA Wijayakusuma Wijayakusuma relasi Banyuwangi - Cilacap (PP) pada 1 September 2018 lalu, gerai-gerai UMKM binaan KAI ikut meramaikan Stasiun Banyuwangi Baru. Para penumpang KA maupun masyarakat dapat membeli produk-produk UMKM yang meramaikan acara bertajuk Wijayakusuma Festival tersebut.

Bagi Anda yang kebetulan sedang berada di 3 stasiun di atas , yuk ikut mencoba produk UMKM yang ada di sana. Dengan begitu, Anda juga ikut berpartisipasi mendorong ekonomi negeri. [ayu]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Advertorial

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini