Kades di OKU Timur Jadi Otak Sejumlah Kasus Perampokan dan Pembunuhan

Rabu, 19 Februari 2020 14:19 Reporter : Irwanto
Kades di OKU Timur Jadi Otak Sejumlah Kasus Perampokan dan Pembunuhan Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kepala Desa Melati Agung, Kecamatan Semendawai Timur, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, Elwani (43), ditangkap polisi atas sejumlah kasus perampokan dan pembunuhan. Tak hanya itu, pelaku diketahui menjadi otak dalam kejahatan tersebut.

Aksi kejahatan pelaku yang menonjol ketika merampok seorang tauke Bustan (54) di rumahnya di Desa Tanjung Kukuh, Kecamatan Semendawai Barat, OKU Timur, pada 29 November 2016 dini hari. Ketika itu, pelaku beraksi bersama sembilan anak buahnya.

Para pelaku masuk dengan cara merusak pagar seng belakang lalu menodongkan senjata api rakitan kepada dua penjaga rumah dan mengikat serta menyumbat mulut mereka dengan pakaian.

Kemudian, para pelaku mendobrak pintu dan kembali menodongkan pistol rakitan ke seorang pembantu, juga membekapnya. Merasa aman, para pelaku masuk ke kamar korban dan istrinya, lagi-lagi dengan ancaman yang sama.

Para pelaku memaksa istri korban menunjukkan tempat penyimpanan uang dan emas. Pelaku mengambil uang sekitar Rp100 juta dan perhiasan emas 100 suku atau 680 gram.

Selain itu, pelaku Elwani juga merampok dan membunuh seorang warga bernama Nyoman di Desa Sumber Rejo, Kecamatan Belitang II, OKU Timur. Aksi itu dilakukan pelaku atas perintah Mahmud (47) yang sama-sama bersaing dengan korban dalam pemilihan kepala desa.

1 dari 1 halaman

Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya mengatakan, tersangka Elwani ditangkap di rumahnya, Minggu (16/2) dini hari. Barang bukti diamankan berupa mobil Fortuner nomor polisi BG 1308 YB yang digunakan untuk menjual emas hasil rampokan. Sementara tersangka Mahmud diringkus sehari sebelumnya dalam persembunyiannya di kebun kopi di OKU Selatan.

"Tersangka Elwani adalah otak perampokan dan pembunuhan, setidaknya ada empat kasus yang dipimpinnya secara langsung atau tidak sejak 2015 lalu," ungkap Erlin, Rabu (19/2).

Menurut dia, komplotan tersangka selalu menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan setiap beraksi. Mereka tak segan melukai hingga membunuh korbannya.

Dari sebelas anggota komplotan ini, polisi telah meringkus delapan orang orang, salah satunya tewas. Sementara tiga pelaku lain yakni Nar, Argentina alias Argen, dan Saibi masih diburu.

"Beberapa orang komplotannya terlibat juga dalam perampok tauke karet di Pagaralam beberapa tahun lalu. Kami terus kejar pelaku yang buron," pungkasnya. [ray]

Baca juga:
Perampok Bersenjata Curi Ratusan Tisu Gulung di Hong Kong
Polisi dan Istrinya Diduga Dalang Pencurian di Rumah Kepala Imigrasi Atambua
Kawanan Perampok Satroni Toko Emas di Surabaya, Satu Pegawai Kena Bacok
Modus Beli Lewat COD, Ian dan Raja Rampas HP Milik Yoga
Sekdes di Lebak Terlibat Komplotan Perampok di Bogor, Gasak Harta Korban Rp350 Juta

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini