Kadernya Usul Ekspor Ganja, DPP PKS Masih Kaji Manfaat dan Mudaratnya

Jumat, 31 Januari 2020 12:00 Reporter : Merdeka
Kadernya Usul Ekspor Ganja, DPP PKS Masih Kaji Manfaat dan Mudaratnya Mardani Ali Sera. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan komentar atas usulan kadernya di Komisi VI DPR yang menyebut ganja dapat memenuhi kebutuhan farmasi dan menjadi komoditi ekspor. Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, menyatakan pihaknya masih kaji mudarat dan manfaat dari tanaman ganja.

"Sikap fraksi masih melihat manfaat dan mudarat. Dari sudut kedokteran beberapa negara susah berani melegalisasinya untuk kepentingan kesehatan. Tapi aspek penegakan hukum dan budaya masyarakat juga perlu dipertimbangkan," kata Mardani saat dikonfirmasi Liputan6.com, Jumat (31/1).

Mardani mengingatkan, bila nanti benar dilegalkan yang perlu diwaspadai dampaknya untuk anak bangsa. Sehingga, perlu kajian yang benar-benar matang.

"Kepentingan masyarakat umum perlu dijaga. Jangan sampai legalisasi untuk kesehatan justru merusak moral bangsa secara keseluruhan," ucapnya.

1 dari 2 halaman

Terpisah, Wakil Ketua Fraksi PKS DPR, Mulyanto, mengklaim pernyataan rekannya justru untuk menyelamatkan anak bangsa dari bahaya narkoba.

"Dasar pemikiranya adalah untuk selamatkan generasi muda dari bahaya narkoba," ujar Mulyanto kepada wartawan, Jumat (31/1).

Sebenarnya, kata Mulyanto, yang dimaksud Rafli adalah ekspor ganja yang sudah diolah menjadi obat. Sementara untuk pengolahannya, tetap diawasi pemerintah.

"Jadi maksudnya adalah ganja sebagai bahan baku/sudah diolah menjadi obat, semacam valium, rohipnol dll yang masuk obat daftar G. Bukan ganja mentah yang dapat diselewengkan," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, Anggota Fraksi PKS di Komisi VI, Rafli, menyebut yang lebih berbahaya justru adalah sabu bukan ganja.

"Jadi ganja ini ini adalah konspirasi global dibuat ganja nomor satu bahayanya. Narkotika yang lain dibuat nomor sekian-sekian, padahal yang yang paling sewot dan gila sekarang masuk penjara itu bukan orang ganja. Orang yang pakai sabu bunuh neneknya pakai ekstasi segala macam," kata Rafli saat rapat di Komisi VI DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 30 Januari 2020.

Karena itu, legislator asal Aceh ini mengusulkan ganja dijadikan komoditas ekspor. Dia menyarankan, Aceh bisa dijadikan sebagai tempat budidaya ganja. [lia]

Baca juga:
PKS Usul Indonesia Ekspor Ganja, PPP Ingatkan Bertentangan Nilai Agama
Polri Soal Usulan Ekspor Ganja: Aturan Kita Melarang
Heboh Ekspor Ganja, Berikut 5 Produk Unik Indonesia Laku Keras di Dunia
Anggota Komisi VI DPR Usul Indonesia Ekspor Ganja
Konsumsi Ganja, WN Jerman Dihukum 11 Bulan Penjara oleh PN Medan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini