Kader PSI terancam masuk bui gara-gara meme Setya Novanto

Kamis, 2 November 2017 07:06 Reporter : Eko Prasetya
Kader PSI terancam masuk bui gara-gara meme Setya Novanto Pimpinan DPR sikapi status tersangka Setnov. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Mabes Polri membenarkan penangkapan satu orang penyebar meme Ketua DPR Setya Novanto di media sosial. Penangkapan itu dilakukan Selasa (31/10) malam.

"Telah dilakukan penangkapan terhadap saudari DN (Dyann Kemala Arrizzqi) yang bersangkutan diduga telah melakukan kejahatan siber yang termasuk dalam pasal 27 ayat 3 UU ITE, yaitu melaksanakan atau melakukan fitnah terhadap Setya Novanto. Tadi malam kita sudah melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan," kata Kasubdit 2 Siber Bareskrim Mabes Polri Kombes Asep Safrudin di Bareskrim Mabes Polri.

Saat melakukan penangkapan, Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti. Mulai dari Headset, tablet merek Samsung, simcard Simpati, dan memory card.

"Tadi malam. Sekitar pukul 22.00 WIB. Barang bukti satu headset samsung, sedang di rumah saja pas ditangkap," sambungnya.

Hingga kini pihak kepolisian juga masih belum mengetahui motif Dyann menyebarkan meme Setya Novanto. Namun berdasarkan keterangan sementara, dia melakukan itu hanya karena iseng. Polisi masih menggali keterangan Dyann untuk mengungkap motifnya.

"Motifnya, sampai sekarang masih kami dalami terus. Walaupun menurut keterangannya yang menyampaikan iseng, kemudian hanya main-main menyebar ke akun-akun sesama rekannya. Kemudian dia pasang juga di statusnya di instagram dan medsos lainnya," ungkapnya.

Selain Dyann, polisi juga masih melakukan pengejaran pada beberapa pelaku lainnya. Namun Asep enggan mengungkap lebih spesifik mengenai jumlah target pengejaran atas kasus pencemaran nama baik pada Ketua Umum Partai Golkar.

"Ada beberap yang kita lakukan pengejaran. Saya engga usah sebutkan dimana lokasinya dan apa akun medsosnya. Namun kita akan terus melakukan," ujarnya.

Karena perbuatannya itu Dyann akan dikenakan pasal 27 ayat 3, Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2016 tentang ITE. Serta pasal 310 dan 311 KUHP. Kedati demikian, pihak Kepolisian belum melakukan penahanan. Sebab ancaman dari pasal tersebut di bawah lima tahun.

"Kebetulan 27 ayat 3 ancaman hukuman di bawah lima tahun, tentunya kita tidak akan lakukan penahanan dan sedang dilakukan pemeriksaan di sini," ucapnya.

Kuasa hukum Novanto, Frederich Yunadi menduga, bahwa pelaku penyebar meme kliennya di sosial media berasal dari kader salah satu partai politik.

"Ini dari pada anggota partai tertentu. Saya enggak tahu tanya penyidik karena terus terang kami tidak berwenang," kata Frederic.

Frederic belum bisa memastikan terkait motif yang dilakukan oleh pelaku. Namun dia menduga pasti ada tujuan tertentu dari pembuatan dan penyebaran meme tersebut.

"Kami belum tahu kami tidak bisa mengatakan ada atau tidak. Tetapi secara logika umum seseorang kalau melakukan suatu pencemaran nama baik, kan dengan sendirinya ada satu tujuan atau dibayar," ungkapnya.

Dia pun memberikan contoh kasus penyebaran ujaran kebencian pada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nyatanya, kata Frederic, pelaku penyebar ujaran itu memiliki kepentingan tertentu.

"Seperti dulu Presiden Jokowi yang demikian-demikian itu kan juga ketahuan mereka disuruh oleh kelompok tertentu," ucapnya.

Setelah dilakukan konfirmasi oleh awak media, diketahui DKA adalah kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI). "DKA tercatat sebagai anggota PSI di Tangerang, bukan pengurus. Berharap dia mendapat keadilan," kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni.

Toni juga membenarkan bahwa ada penangkapan terhadap kadernya itu. Namun dia masih terus memastikannya lebih lanjut.

"Info sementara yang didapat begitu. Saya sedang double check juga," ungkapnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini