Kabut Asap Semakin Kotori Udara Palangka Raya

Rabu, 7 Agustus 2019 13:18 Reporter : Saud Rosadi
Kabut Asap Semakin Kotori Udara Palangka Raya Jokowi tinjau kebakaran hutan di Kalimantan. ©2015 AFP PHOTO/ROMEO GACAD

Merdeka.com - Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, berselimut kabut asap sebulan terakhir akibat kebakaran hutan dan lahan. Kotornya udara mulai mengganggu aktivitas warga, utamanya di pagi hari. Tidak sedikit warga harus mengenakan masker saat berada di luar rumah. Diharapkan, kabut asap parau di 2015 lalu tidak terulang tahun ini.

Secara umum, intensitas hujan semakin sedikit dan terus menurun sejak Juni 2019 lalu. Hutan dan lahan beberapa titik di Kalteng, mulai terbakar dan mulai mengakibatkan kabut asap.

"Sudah sebulan ini, kalau setiap pagi, udara tercium seperti bau bakar-bakar tanaman kering," kata Arul, salah seorang pegawai pemerintahan di kota Palangka Raya, kepada merdeka.com, Rabu (7/8).

Dia menerangkan, lalu lalang pengendara motor pun, belakangan umumnya sudah mengenakan masker, untuk mengantisipasi terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

"Kalau pakai masker, sudah mulai banyak. Ya itu tadi, tebalnya asap pagi hari, waktu jam turun kantor, anak sekolah," ujar Syamsudin.

Warga Palangka Raya lainnya, Syamsudin, mengutarakan serupa. Bahkan Selasa (6/8) kemarin, siang hingga sore hari, lalu lalang helikopter terlihat di langit kota Palangka Raya, berupaya memadamkan Karhutla. "Ada lebih 5 kali saya lihat helikopter Water Boombing bertuliskan BNPB. Tapi saya tidak tahu, mau madamkan Karhutla dimana," sebut Syamsudin.

Syamsudin berharap, kabut asap parah akibat Karhutla sehingga benar-benar menurunkan kualitas udara ibu kota provinsi Kalimantan Tengah pada titik terendah, tidak terulang lagi tahun ini.

"Jangan lah, jangan sampai kabut asap 2015 kemarin itu tidak terulang lagi, karena bikin sesak nafas. Mudah-mudahan bisa cepat dipadamkan," demikian Syamsudin. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini